Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Gempuran Tanpa Henti, 62 Ribu Warga Palestina Tewas di Gaza

×

Gempuran Tanpa Henti, 62 Ribu Warga Palestina Tewas di Gaza

Sebarkan artikel ini
Kondisi Gaza / foto: tangkapa layar x

Solusiindonesia.com — Lebih dari 62.000 warga Palestina dilaporkan telah terbunuh akibat serangan Israel dalam hampir dua tahun perang genosida di Jalur Gaza. Senin, (18/08/2025).

Warga di wilayah yang terkepung itu terus menghadapi pemboman tiada henti, kelaparan yang disengaja, serta kematian sehari-hari ketika mereka berusaha mencari makanan untuk keluarga mereka.

Serangan intensif kini difokuskan ke Kota Gaza, pusat permukiman terbesar yang telah luluh lantak, seiring upaya Israel merebut wilayah tersebut dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi ke zona konsentrasi di bagian selatan.

dikutip dari Al Jazeera, setidaknya 30 warga Palestina tewas sejak Senin dini hari akibat serangan terbaru, termasuk 14 orang yang sedang mencari bantuan.

Sumber medis mengonfirmasi bahwa tiga orang terbunuh dan sejumlah lainnya luka-luka di lingkungan al-Sabra, Kota Gaza. Media lokal menambahkan bahwa jurnalis Islam al-Koumi berada di antara para korban.

Koresponden Tareq Abu Azzoum yang melaporkan dari Deir el-Balah menyebutkan,

“Serangan Israel masih terus berlangsung, tanpa henti, di bagian timur Kota Gaza. Skala serangan tersebut menggambarkan bagaimana strategi Israel saat ini membentuk geografi dan demografi Gaza.”

Ia menjelaskan bahwa Israel mengerahkan artileri berat, jet tempur, dan drone untuk menghancurkan sisa rumah warga, dengan tingkat kerusakan yang sangat besar.

Strategi militer ini memastikan pasukan Israel leluasa bergerak di darat sekaligus mengubah permukiman menjadi puing-puing. Warga menyebutkan serangan berlangsung siang dan malam tanpa henti.

Banyak keluarga yang sudah beberapa kali mengungsi akibat gempuran terpaksa kembali meninggalkan Kota Gaza, sementara sebagian lain memilih bertahan di tempat tinggal mereka.

Kota tersebut kembali menjadi sasaran utama serangan udara pada Minggu yang menewaskan hampir 60 orang, termasuk menyerang sejumlah fasilitas kesehatan yang masih tersisa.

Namun, di tengah kehancuran, beberapa warga Palestina mengatakan kepada al Jazeera bahwa bagi mereka meninggalkan kota adalah hal yang mustahil.(*)