Solusiindonesia.com — Konflik antara Muhammad Imam Muslimin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Yai Mim dengan tetangganya, Sahara, masih menjadi sorotan publik.
Baru baru ini, Yai mim bersama istrinya Rosyida, hadir sebagai bintang tamu dalam kanal YouTube milik Deny Sumargo.
Dalam perbincangan itu, Yai Mim bersama sang istri, meluruskan sejumlah tuduhan yang diarahkan kepada keluarganya. Yai Mim memaparkan secara detail mengenai awal mula perselisihannya dengan tetangga yang memiliki usaha rental mobil, hingga akhirnya berujung pada pengusiran dan persoalan hukum.
Kehadiran Rosyida pada kesempatan tersebut juga mencuri perhatian warganet. Berikut profil lengkap mengenai Rosyida, pendamping hidup Yai Mim.
Nama lengkap istri Yai Mim adalah Rosyida Vignesvari Hendro Martono, meski lebih sering disapa Rosyida atau Ines.
Perempuan berhijab ini aktif menggunakan Instagram pribadinya, tempat ia kerap membagikan momen keseharian hingga aktivitas liburan.
Rosyida juga memiliki minat di bidang kuliner dan pernah mengelola bisnis makanan bernama Humming Bird Cakery.
Selain itu, ia dikenal sebagai penggemar olahraga kebugaran serta turut terlibat dalam pengelolaan kanal YouTube milik suaminya.
Dalam riwayat pekerjaannya, Rosyida pernah berkarier di Bank Muamalat cabang Probolinggo. Hal tersebut diketahui dari unggahan lamanya di media sosial.
Pendidikan Rosyida juga terbilang mumpuni, ia menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H) dari Universitas Widyagama Malang.
Di kanal YouTube Denny Sumargo, Yai Mim menyampaikan bahwa sang istri sempat merasa tidak aman untuk tinggal di rumah selama konflik dengan Sahara berlangsung.
Rosyida sendiri berharap hubungan bertetangga dapat kembali harmonis, sebab ia merasakan keluarga mereka kini dijauhi lingkungan sekitar.
“Yang saya harapkan, kami bisa bertetangga lagi dengan Ibu Sahara dan semua tetangga lain, seperti biasa, tanpa ada masalah” ujar Rosyida dalam kanal CURHAT BANG Denny Sumargo, Selasa (30/09/2025)
“Karena sejujurnya, sekarang saya merasa ada semacam gerakan agar para tetangga tidak menyapa kami. Jadi, kami merasa diasingkan,” tambahnya.







