Solusiindonesia.com — Bintang Timnas Prancis, Kylian Mbappé, kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini. Tak hanya tajam di depan gawang, striker Real Madrid tersebut juga terus menorehkan sejarah bersama Les Bleus.
Dalam laga-laga terakhirnya bersama tim nasional, Mbappé berhasil melampaui rekor gol milik legenda Prancis, Thierry Henry.
Kini, ia sudah mencatatkan 52 gol dari 87 penampilan, menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Timnas Prancis. Satu-satunya nama yang masih berada di atasnya adalah Olivier Giroud.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, tak segan memberikan pujian khusus kepada kaptennya tersebut. Ia menyebut Mbappé sebagai pemain dengan “kaki api”, merujuk pada kecepatan dan kekuatan luar biasa yang dimiliki pemain berusia 26 tahun itu.
“Dia penyerang yang komplet. Ketika ditempatkan di posisi tengah, dia bisa lebih bebas bergerak dan tidak terlalu dibebani tanggung jawab bertahan. Itu membuatnya sangat berbahaya,” ungkap Deschamps dalam konferensi pers. Sesuai yang dilansir oleh bola.net
Mbappé juga dikenal sebagai pemain yang fleksibel secara taktik. Ia bisa bermain melebar, menusuk dari sisi, atau menjadi ujung tombak. Namun, Deschamps menilai posisi terbaiknya tetap di tengah karena bisa memaksimalkan potensinya tanpa banyak batasan.
Selain kemampuan mencetak gol, Mbappé juga menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat. Ditunjuk sebagai kapten utama Prancis sejak awal tahun, ia disebut sangat berkomitmen untuk membawa tim terus berkembang.
“Dia punya rasa tanggung jawab, tampil percaya diri, dan menunjukkan mentalitas tinggi. Dia benar-benar ingin membantu tim, bukan hanya lewat gol, tapi juga dalam permainan secara keseluruhan,” lanjut Deschamps.
Musim ini, performa Mbappé di level klub juga tak kalah impresif. Setelah sempat kesulitan beradaptasi di Real Madrid dan mengalami cedera ringan, ia kini mulai menemukan kembali performa terbaiknya di bawah arahan pelatih Xabi Alonso.
Sejauh ini, ia telah mencetak delapan gol dari tujuh laga La Liga dan lima gol dalam dua pertandingan Liga Champions. Kombinasinya bersama Arda Güler pun mulai menjadi perhatian publik sepak bola Eropa.
Dengan usia yang masih tergolong muda, masa depan Mbappé masih sangat panjang. Apabila terus konsisten, bukan tak mungkin ia akan mencatat rekor demi rekor baru baik di level klub maupun tim nasional.







