Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Gaya Hidup

Viral! Dialog “Terima Kasih Soeharto” di Trailer Dilan ITB 1997 Jadi Perdebatan Netizen

×

Viral! Dialog “Terima Kasih Soeharto” di Trailer Dilan ITB 1997 Jadi Perdebatan Netizen

Sebarkan artikel ini
Pemeran Film Dilan ITB 1997, Ariel Noah, Raline Shah, dan Niken Anjani. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Dunia perfilman Tanah Air kembali dihebohkan dengan rilisnya trailer terbaru “Dilan ITB 1997”. Film yang dijadwalkan tayang pada 30 April 2026 mendatang ini mendadak viral di media sosial, bukan hanya karena kembalinya romansa ikonik Dilan dan Milea, melainkan akibat sebuah dialog penutup yang memicu kontroversi di kalangan warganet.

Dalam trailer berdurasi 2 menit 38 detik yang diunggah melalui kanal YouTube Cinema 21, penonton disuguhkan penampilan baru Ariel NOAH yang memerankan Dilan versi dewasa dan Raline Shah sebagai Milea.

Berbeda dengan sekuel sebelumnya yang kental dengan nuansa SMA, “Dilan ITB 1997” membawa penonton ke atmosfer Bandung di akhir era 90-an, saat gejolak politik Indonesia mulai memanas.

Puncak perbincangan publik terjadi pada adegan akhir trailer. Di tengah visualisasi kerumunan massa yang merayakan pengunduran diri Presiden ke-2 RI, Soeharto, Dilan justru mengucapkan kalimat perpisahan yang tak terduga: “Terima kasih, Soeharto.”

Potongan adegan ini langsung memicu reaksi keras di platform X (dahulu Twitter). Beberapa poin utama yang menjadi sorotan netizen. Sebagian netizen menganggap dialog tersebut sebagai bentuk penghormatan serius kepada sang Bapak Pembangunan.

Banyak penggemar karya Pidi Baiq meyakini bahwa kalimat tersebut adalah bentuk sarkasme. Mengingat latar belakang Dilan sebagai mahasiswa aktivis, kalimat itu diduga bermakna “terima kasih karena sudah bersedia lengser.”

Namun netizen lain menilai dialog tersebut sengaja diletakkan di akhir sebagai hook agar film ini menjadi bahan pembicaraan hangat sebelum resmi tayang.

Cuitan dari akun @smekdoncat yang mengunggah ulang cuplikan tersebut telah mendapatkan belasan ribu likes. Bahkan, sutradara sekaligus komika Ryan Adriandhy turut memberikan atensi pada dialog yang dianggap berani tersebut.

“Trailer yang sangat berhasil. Semua orang jadi ngomongin karena kalimat terakhir, padahal bisa saja konteksnya belum lengkap di situ,” tulis salah satu akun netizen.

Film produksi Falcon Pictures ini diharapkan membawa angin segar bagi franchise Dilan. Mengadaptasi novel karya Pidi Baiq, “Dilan ITB 1997” menjanjikan konflik yang lebih kompleks, melampaui sekadar cinta monyet, dengan bumbu sejarah gerakan mahasiswa Indonesia.

Apakah ucapan Dilan tersebut murni rasa syukur atau sebuah sindiran tajam? Jawabannya baru akan terungkap saat film ini menyapa penonton di bioskop pada akhir April mendatang.