Solusiindonesia.com — Dunia internasional diguncang kabar penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Ironisnya, peristiwa besar ini terjadi hanya beberapa jam setelah Maduro menerima kunjungan diplomatik penting dari utusan khusus Presiden China, Xi Jinping.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Anadolu Agency dan kantor berita resmi Venezuela AVN, berikut adalah kronologi dan fakta di balik peristiwa yang memicu ketegangan geopolitik tersebut.
Pertemuan Strategis Caracas-Beijing: Membangun Dunia Multipolar
Sebelum eskalasi militer terjadi, Presiden Maduro menjamu Qiu Xiaoqi, Perwakilan Khusus Pemerintah China untuk urusan Amerika Latin, di Istana Miraflores pada Jumat (2/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menegaskan kembali hubungan “Steel Partnership” mereka. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
- Komitmen Kerja Sama: Meninjau lebih dari 600 kesepakatan bilateral yang sedang berjalan.
- Visi Geopolitik: Memperkuat hubungan strategis untuk membangun dunia “multipolar” yang berfokus pada pembangunan dan perdamaian.
- Delegasi Tingkat Tinggi: Pertemuan ini juga dihadiri oleh Wapres Venezuela Delcy Rodriguez, Menlu Ivan Gil, serta Duta Besar China Lan Hu.
“Saya mengadakan pertemuan yang menyenangkan dengan Qiu Xiaoqi. Kami menegaskan kembali komitmen terhadap hubungan strategis yang terus menguat,” tulis Maduro melalui kanal Telegram resminya sesaat setelah pertemuan.
Namun, suasana damai tersebut berubah drastis pada Sabtu (3/1) dini hari. Pasukan Amerika Serikat meluncurkan operasi skala besar yang menargetkan ibu kota Caracas.
Presiden AS (Donald Trump) mengonfirmasi bahwa pasukan militer AS telah berhasil mengamankan Nicolas Maduro beserta istrinya. Keduanya dilaporkan langsung dibawa keluar dari wilayah Venezuela menuju Amerika Serikat untuk proses lebih lanjut.
Analisis Singkat: Penangkapan ini menandai titik nadir hubungan AS-Venezuela dan diprediksi akan memicu reaksi keras dari Beijing, mengingat China baru saja memperbarui komitmen stabilitas dengan pemerintahan Maduro sebelum serangan terjadi.








