Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Iran Batasi Akses Internet di Tengah Seruan Aksi Demonstrasi

×

Iran Batasi Akses Internet di Tengah Seruan Aksi Demonstrasi

Sebarkan artikel ini
Aksi protes di ibu kota Iran pada Kamis (08/01/2025) malam / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Pemerintah Iran menutup akses internet dan panggilan telepon internasional di seluruh negeri bertepatan dengan gelombang aksi protes yang dipicu seruan Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi. Pada Kamis (08/01/2025)

Demonstrasi tersebut mendorong warga berteriak dari jendela rumah hingga turun ke jalan-jalan di berbagai kota.

Mengutip dari AP News, aksi ini menjadi ujian awal sejauh mana seruan Pahlavi mampu memobilisasi publik Iran. Dalam demonstrasi tersebut, terdengar kembali slogan-slogan dukungan terhadap Shah sesuatu yang pada masa lalu dapat berujung hukuman mati namun kini mencerminkan kemarahan mendalam terhadap kondisi ekonomi Iran yang memburuk dan telah memicu rangkaian protes sebelumnya.

Unjuk rasa dilaporkan berlangsung di kota-kota besar hingga wilayah pedesaan. Sejumlah pasar dan bazaar memilih tutup sebagai bentuk solidaritas. Menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika Serikat, sedikitnya 42 orang tewas dan lebih dari 2.270 orang ditangkap sejak gelombang protes merebak.

Situasi ini meningkatkan tekanan terhadap pemerintah sipil Iran dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Perusahaan internet Cloudflare serta kelompok pemantau NetBlocks melaporkan gangguan jaringan nasional yang mereka kaitkan dengan intervensi pemerintah.

Upaya melakukan panggilan telepon dari luar negeri, termasuk dari Dubai ke Iran, dilaporkan gagal. Dalam pengalaman sebelumnya, pemutusan komunikasi semacam ini kerap diikuti penindakan keras aparat keamanan.

Meski meluas, aksi protes tetap berlangsung tanpa kepemimpinan yang jelas. Pengamat Iran dari Atlantic Council, Nate Swanson, menilai ketiadaan alternatif politik yang solid selama ini melemahkan gerakan oposisi. Ia mencatat banyak tokoh potensial justru ditangkap, ditekan, atau diasingkan oleh aparat keamanan Iran.

Pemerintah Iran tampak mengantisipasi protes tersebut secara serius. Surat kabar garis keras Kayhan merilis video daring yang mengklaim pasukan keamanan akan menggunakan drone untuk mengidentifikasi peserta aksi. Meski pejabat belum mengakui skala protes secara terbuka, laporan media pemerintah menyebut adanya korban di pihak aparat keamanan.

Kantor berita Mizan melaporkan seorang kolonel polisi tewas akibat luka tusukan di sebuah kota dekat Teheran. Sementara kantor berita semi-resmi Fars menyebut dua anggota pasukan keamanan tewas dan sekitar 30 lainnya terluka dalam penembakan di kota Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari.

Image Slide 1