Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Iran Tangguhkan Semua Penerbangan, AS dan Qatar Ambil Langkah Keamanan

×

Iran Tangguhkan Semua Penerbangan, AS dan Qatar Ambil Langkah Keamanan

Sebarkan artikel ini
Demo di Iran / foto: tangkapan layar x

Solusilndonesia.com — Iran resmi menutup sementara wilayah udaranya untuk semua penerbangan, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan pemberitahuan resmi yang dikutip dari Anadolu, penutupan ini berlaku hingga 15 Januari 2026 Hanya penerbangan sipil internasional yang diperbolehkan beroperasi dengan persetujuan dari Otoritas Penerbangan Sipil Iran. Semua lalu lintas udara lainnya ditangguhkan.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan regional dan domestik, termasuk protes anti-pemerintah dan pengawasan internasional yang meningkat.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) menindaklanjuti situasi ini dengan pengerahan jet tempur, pesawat bomber, dan pesawat tanker ke pangkalan udara Al Udeid di Qatar. Ratusan personel militer juga mulai dipindahkan dari pangkalan tersebut ke fasilitas militer dan hotel lain di kawasan, sebagai langkah antisipasi jika terjadi serangan balasan dari Iran.

Pangkalan Al Udeid sendiri sempat menjadi target serangan rudal Iran pada pertengahan tahun lalu saat konflik Teheran-Israel memanas. Pemerintah Qatar mengonfirmasi penarikan pasukan ini, dengan pernyataan: “Sebagai respons terhadap ketegangan regional saat ini, kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara dan penduduk sebagai prioritas utama.” (NBC News, 14/1/2026)

Presiden AS Donald Trump kemudian mengklaim bahwa pembunuhan terhadap para demonstran di Iran telah berhenti. Dalam pernyataan di Gedung Putih, Trump menyebut telah menerima jaminan dari sumber-sumber penting yang menyatakan eksekusi yang direncanakan tidak akan dilanjutkan.

“Mereka mengatakan pembunuhan telah berhenti dan eksekusi tidak akan terjadi seharusnya ada banyak eksekusi hari ini dan eksekusi tidak akan terjadi dan kita akan segera mengetahuinya,” ujar Trump, dikutip dari AFP, Kamis (15/1/2026).

“Kami mendapat informasi dari sumber yang dapat dipercaya, dan saya harap itu benar,” tambahnya.

Image Slide 1