Solusiinfonesia.com — Intensitas perang antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak pada pertengahan Februari 2026. Ibu kota Ukraina, Kyiv, dilaporkan menjadi sasaran serangan udara besar-besaran yang menyasar pemukiman warga serta objek infrastruktur di kedua sisi Sungai Dnipro.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi melalui saluran Telegram resminya bahwa ibu kota tengah berada di bawah tekanan serangan hebat. Berdasarkan laporan yang dihimpun dari Reuters dan Al Arabiya pada Kamis (12/2/2026), rudal-rudal Rusia menghantam berbagai titik strategis.
“Serangan besar-besaran terhadap ibu kota masih berlangsung,” ujar Klitschko.
Meski serpihan rudal dilaporkan jatuh di dekat kawasan hunian di salah satu distrik, pihak berwenang memastikan tidak ada kebakaran besar maupun korban jiwa hingga berita ini diturunkan.
Selain Kyiv, wilayah pinggiran timur juga terdengar dentuman ledakan keras. Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, memverifikasi adanya hantaman di area tersebut saat sirene peringatan udara melengking sepanjang malam.
Bukan hanya Kyiv, kota Dnipro di tenggara Ukraina juga tidak luput dari gempuran. Gubernur setempat, Oleksandr Ganzha, melaporkan kerusakan pada sejumlah rumah pribadi dan kendaraan warga sipil. Beruntung, sistem pertahanan atau lokasi jatuhnya rudal di area tersebut belum memakan korban jiwa.
Di sisi lain, Ukraina tidak tinggal diam. Pasukan Kiev melancarkan serangan udara balasan yang menyasar aset vital energi Rusia. Sebuah kilang minyak di Volgograd dilaporkan terbakar hebat pada Rabu (11/2/2026) malam setelah dihantam drone atau rudal Ukraina.
Poin Penting Situasi Lapangan:
- Klaim Wilayah: Juru bicara militer Ukraina, Vladyslav Voloshyn, membantah klaim Rusia atas pendudukan Zaliznychne. Ia menegaskan pasukan Ukraina masih memegang kendali penuh di wilayah garis depan Zaporizhia tersebut
- Dampak di Belgorod: Kantor berita TASS melaporkan serangan Ukraina di wilayah perbatasan Belgorod menewaskan satu warga sipil dan melukai tujuh lainnya. Serangan ini juga merusak infrastruktur vital yang menyebabkan krisis air bersih di distrik Borisovsky dan Rakityansky.
Hingga dini hari, status siaga satu masih diberlakukan di kota-kota besar Ukraina. Masyarakat diminta tetap berada di perlindungan bawah tanah seiring dengan ancaman gelombang serangan susulan yang diprediksi masih akan terjadi.
Eskalasi ini menunjukkan strategi “saling pukul” di mana Rusia mengincar pusat populasi dan Ukraina mulai lebih agresif menargetkan infrastruktur ekonomi Rusia untuk melemahkan logistik perang mereka.






