Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Profil Praka Farizal Rhomadhon, Anggota UNIFIL Asal Indonesia yang Gugur di Lebanon

×

Profil Praka Farizal Rhomadhon, Anggota UNIFIL Asal Indonesia yang Gugur di Lebanon

Sebarkan artikel ini
Praka Farizal R anggota TNI gugur dalam misi perdamaian PBB. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Dunia internasional tengah berduka atas gugurnya salah satu putra terbaik bangsa, Praka Farizal Rhomadhon, dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan. Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas UNIFIL ini dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 29 Maret 2026, akibat serangan proyektil di wilayah Adchit al Qusayr.

Kronologi Insiden di Pos UNIFIL
Berdasarkan pernyataan resmi dari pihak UNIFIL, insiden tragis ini terjadi ketika sebuah proyektil menghantam tepat di area pos penjagaan. Ledakan tersebut mengakibatkan satu personel gugur di tempat dan menyebabkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari rentetan artileri tidak langsung di tengah meningkatnya tensi konflik di wilayah perbatasan Lebanon. Pemerintah Indonesia pun telah melayangkan protes keras dan mendesak adanya penyelidikan transparan atas insiden ini.

Profil dan Biodata Praka Farizal Rhomadhon
Almarhum dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas negara maupun misi internasional. Berikut adalah profil singkat beliau:

  • Nama Lengkap: Farizal Rhomadhon
  • Pangkat: Prajurit Kepala (Praka)
  • Tempat, Tanggal Lahir: Kulon Progo, 3 Januari 1998
  • Usia: 28 Tahun
  • Kesatuan Asal: Yonif 113/JS Brigif 25/Suwah Dam IM
  • Jabatan Terakhir: Taban Provost 1 Ru Provost Kima

Kehidupan Pribadi dan Keluarga
Praka Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), yang dinikahinya pada Juli 2023. Dari pernikahan tersebut, almarhum dikaruniai seorang putri kecil bernama Shanaya Almahyra Elshanu yang baru menginjak usia 2 tahun. Selama masa dinasnya, keluarga kecil ini menetap di Asrama Militer (Asmil) Kima Yonif 113/JS di Bireuen, Aceh.

Respons Pemerintah Indonesia dan PBB
Tragedi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, mengingat status personel UNIFIL yang seharusnya dilindungi oleh hukum internasional.

  • Kecaman Diplomatik: Kemlu RI mengecam serangan tersebut dan meminta jaminan keselamatan bagi seluruh personel penjaga perdamaian.
  • Proses Repatriasi: Saat ini, pemerintah tengah berkoordinasi intensif dengan UNIFIL untuk proses pemulangan jenazah ke tanah air agar dapat dimakamkan secara militer.
  • Evaluasi Keamanan: Pihak DPR RI mulai membuka opsi untuk mengevaluasi posisi pasukan TNI di Timur Tengah seiring dengan situasi keamanan yang kian tidak menentu.

“Penghormatan terhadap personel penjaga perdamaian adalah mandat hukum internasional yang tidak boleh dilanggar oleh pihak manapun.” — Kutipan Pernyataan Kemlu RI.

Gugurnya Praka Farizal Rhomadhon menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi oleh para “Blue Helmets” Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan dunia. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.