Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Fakta atau Hoaks? Menelusuri Rumor Raja Charles III Masuk Islam yang Viral

×

Fakta atau Hoaks? Menelusuri Rumor Raja Charles III Masuk Islam yang Viral

Sebarkan artikel ini
Raja Charles III. Foto: Instagram

Solusiindonesia.com — Isu mengenai keyakinan Raja Charles III kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Rumor yang menyebut pemimpin monarki Inggris tersebut memeluk agama Islam kembali mencuat setelah pernyataan kontroversial dari tokoh politik asal Amerika Serikat, Rudy Giuliani.

Lantas, bagaimana fakta sebenarnya di balik klaim yang menghebohkan ini? Simak ulasan lengkap mengenai kronologi dan latar belakang ketertarikan Sang Raja terhadap budaya Islam berikut ini.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di kanal YouTube milik jurnalis Piers Morgan, Rudy Giuliani—mantan pengacara Donald Trump—melontarkan klaim yang mengejutkan. Ia menyebut Raja Charles III kemungkinan adalah seorang “Raja Muslim”.

Pernyataan ini muncul saat Giuliani membahas geopolitik dan pengaruh Islam di Inggris. Ia mengklaim Inggris akan menjadi negara mayoritas Muslim dalam satu dekade mendatang.

Giuliani menyebut populasi Katolik Roma kini melampaui Gereja Anglikan di Inggris. Bahkan ia menuding Wali Kota London, Sadiq Khan, dan Perdana Menteri Keir Starmer berada di bawah pengaruh komunitas Muslim.

Isu ini sebenarnya bukan hal baru. Narasi mengenai “Raja Muslim” sering kali dikaitkan dengan ketertarikan mendalam Raja Charles III terhadap nilai-nilai Timur. Berikut adalah alasan mengapa teori konspirasi ini terus bertahan di internet:

  1. Kemampuan Berbahasa Arab
    Raja Charles III diketahui mempelajari bahasa Arab secara mendalam. Tujuannya adalah agar ia dapat memahami isi Al-Qur’an secara langsung dalam bahasa aslinya, guna mendapatkan perspektif teologis yang lebih jernih.
  2. Pandangan tentang Monoteisme
    Dalam berbagai kesempatan, ayah dari Pangeran William ini sering menekankan bahwa Islam, Yudaisme, dan Kristen memiliki akar yang sama. Ia melihat ketiga agama besar ini sebagai pilar spiritual yang memiliki banyak kemiripan yang sering diabaikan publik.
  3. Ketertarikan pada Tradisionalisme
    Sebagai seorang pemikir, Charles tertarik pada aliran Tradisionalisme. Ia meyakini bahwa peradaban pra-modern yang kental dengan nilai sakral (termasuk dalam Islam) menawarkan solusi atas krisis spiritual dan kerusakan lingkungan di dunia modern.

Meskipun memiliki rasa hormat yang besar terhadap Islam, secara konstitusional dan personal, fakta menunjukkan bahwa Raja Charles III tetaplah pemeluk agama Kristen Anglikan yang taat dan menjabat sebagai Supreme Governor of the Church of England.

Klaim Giuliani mengenai dominasi Muslim sering kali dianggap berlebihan secara statistik. Berdasarkan data, jumlah pemeluk Islam di Inggris baru mencapai sekitar 5% dari total populasi. Dan para pakar kerajaan menekankan bahwa kekaguman Charles terhadap arsitektur, seni, dan tasawuf Islam adalah bentuk diplomasi budaya dan pencarian intelektual, bukan sinyal konversi agama.

Pernyataan Rudy Giuliani yang menyebut Raja Charles III telah masuk Islam cenderung bersifat spekulatif dan politis. Hingga saat ini, tidak ada bukti resmi yang mendukung klaim tersebut. Sang Raja terus menjalankan perannya sebagai pelindung Gereja Inggris sambil tetap aktif mempromosikan dialog antaragama untuk menciptakan perdamaian global.