Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Trump Dorong Pertemuan Tiga Pihak dengan Putin dan Zelenskyy, Dunia Harap Solusi Damai Semakin Dekat

×

Trump Dorong Pertemuan Tiga Pihak dengan Putin dan Zelenskyy, Dunia Harap Solusi Damai Semakin Dekat

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump / foto: instagram

Solusiindonesia.com — Upaya diplomasi global kembali mendapat sorotan setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan niatnya untuk menggelar pertemuan trilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Pertemuan itu direncanakan berlangsung secepatnya pada 22 Agustus, menurut laporan Axios yang dikutip pada Sabtu (17/8/2025).

Dalam pertemuan yang disebut sebagai momen penting pasca-invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, kedua tokoh kuat dunia itu mengklaim telah mencapai sejumlah “pemahaman”, meski belum membuahkan kesepakatan konkret untuk mengakhiri konflik.

Trump, yang sebelumnya juga sudah bertemu dengan Zelenskyy awal pekan ini di Gedung Putih, mengaku telah menghubungi para pemimpin Eropa untuk mengundang mereka turut hadir atau mengamati pertemuan trilateral tersebut.

Tujuannya: mendorong solusi damai yang inklusif dan berkelanjutan bagi kedua negara yang telah terlibat dalam konflik berkepanjangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Rusia belum memberikan konfirmasi resmi atas usulan Trump tersebut.
Sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip perdamaian internasional dan penyelesaian konflik secara diplomatik, Indonesia memandang positif inisiatif ini. Pemerintah Indonesia melalui berbagai kesempatan di forum internasional, seperti G20 dan PBB, terus mendorong terciptanya dialog konstruktif antara semua pihak yang bertikai.

Langkah Trump dinilai oleh beberapa pengamat internasional sebagai bagian dari strategi diplomasi personal yang sering ia gunakan semasa menjabat, meskipun hasil nyatanya masih menunggu tindak lanjut lebih lanjut dari masing-masing pihak.

Konflik Rusia-Ukraina telah menimbulkan dampak besar, tidak hanya di kawasan Eropa Timur, tetapi juga secara global, termasuk terhadap ketahanan energi dan pangan dunia yang turut dirasakan oleh negara berkembang seperti Indonesia.

Masyarakat internasional kini menantikan apakah pertemuan trilateral yang diusulkan ini benar-benar bisa terlaksana, dan lebih jauh lagi, menjadi jalan awal menuju penghentian kekerasan serta dimulainya rekonstruksi perdamaian.