Solusiindonesia.com — Militer Israel telah membunuh seorang wanita hamil dan bayinya yang masih dikandungnya di dekat kamp pengungsi Shati saat melanjutkan serangan skala besar di Kota Gaza.
Serangan yang menyasar kawasan sipil itu juga menewaskan seorang anak lain, menurut keterangan sumber medis di Rumah Sakit al-Shifa, Senin (1/09/2025), sebagaimana dilaporkan kantor berita Wafa.
Dikutip dari Al Jazeera, militer Israel juga terus menggempur lingkungan Zeitoun dan Sabra di selatan kota, lebih dari 1.000 bangunan telah diratakan sejak Israel mulai menyerbu pusat kota bulan lalu, dengan korban tewas mencapai 10 orang pada hari Senin.
Sebelumnya, kepanikan melanda pasar di Jalan Nasser, Kota Gaza, ketika serangan udara menghantam kawasan padat penduduk tersebut. Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Jurnalis Al Jazeera Moath al-Kahlout Melaporkan dari lokasi kejadian, mengatakan, “Mereka tidak tahu harus berbuat apa dan ke mana harus pergi. Mereka berusaha keras mencari tempat yang lebih aman, tetapi tentara Israel terus menyerang setiap sudut kota,” ujarnya.
Di wilayah selatan, di Deir el-Balah, Israel menargetkan sekelompok warga yang berlindung di Sekolah Al-Mazra’a. Tidak lama kemudian, Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa mengumumkan kematian Anas Saeed Abu Mughsib, lapor Wafa.
Di tengah serangan yang tak kunjung henti, warga Gaza kini menghadapi ancaman ganda: perang dan kelaparan. Tiga bayi meninggal pada Senin akibat kekurangan gizi, menambah daftar panjang hampir 350 kematian terkait kelaparan sejak blokade Israel diberlakukan Oktober 2023.








