Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Israel Gempur Gaza dengan Serangan Terburuk Dua Tahun Perang, Ribuan Warga Mengungsi

×

Israel Gempur Gaza dengan Serangan Terburuk Dua Tahun Perang, Ribuan Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Serangan udara yang dilakukan israel di pemukiman Gaza / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Militer Israel kembali meningkatkan intensitas serangan di Kota Gaza Pada Selasa (16/09/2025).

Menjadikan sebagai sasaran paling brutal dalam dua tahun perang. Serangan ini menyebabkan ribuan penduduk mengungsi di bawah bom dan peluru, di tengah kekhawatiran mereka tidak akan pernah kembali, sementara Sekjen PBB menyebut serangan tersebut “mengerikan”.

“Gaza sedang terbakar,” kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, di saluran X.

dikutip dari Al Jazeera, saat barisan mobil van dan gerobak keledai yang sarat perabotan, serta warga yang berjalan kaki membawa harta benda terakhirnya, terlihat di Jalan al-Rashid di pesisir pantai dengan latar belakang asap hitam dari kota yang hancur.

Banyak warga awalnya berjanji untuk tetap tinggal, namun laju kampanye pengeboman Israel yang menghancurkan gedung-gedung tinggi, rumah-rumah, dan infrastruktur sipil, memaksa mereka yang mampu untuk bergerak ke selatan tanpa jaminan zona aman.

Pada hari yang sama, tentara Israel menewaskan sedikitnya 91 orang di Kota Gaza, termasuk sejumlah pengungsi yang tewas setelah bom mengenai kendaraan mereka di jalan pesisir.

Sedikitnya 17 bangunan tempat tinggal ikut hancur, termasuk Masjid Aybaki di lingkungan Tuffah di sebelah timur, yang menjadi sasaran pesawat tempur Israel. Saat bom berjatuhan, pasukan Israel juga melanjutkan penghancuran area di utara, selatan, dan timur kota dengan robot bermuatan bahan peledak.

Awal bulan ini, kelompok hak asasi Euro-Med Monitor melaporkan bahwa Israel telah mengerahkan 15 mesin robot, yang masing-masing mampu menghancurkan hingga 20 unit rumah.

Sekitar 1 juta warga Palestina sempat kembali ke Kota Gaza setelah fase awal perang dua tahun lalu, namun kini jumlah warga yang tersisa masih simpang siur.

Seorang pejabat militer Israel memperkirakan sekitar 350.000 orang telah mengungsi, sementara Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut 350.000 orang bergerak ke pusat dan barat kota, dengan 190.000 lainnya sudah meninggalkan kota sepenuhnya.

Mereka yang pergi pun menghadapi masa depan suram di selatan, khususnya di kamp al-Mawasi yang padat dengan pengungsi dari Rafah dan Khan Younis, meski wilayah itu juga telah menjadi sasaran serangan Israel.