Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Donald Trump Ancam Afghanistan Soal Pangkalan Udara Bagram

×

Donald Trump Ancam Afghanistan Soal Pangkalan Udara Bagram

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Serikat, Donald trump / foto: instagram

Solusiindonesia.com — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras kepada Afganistan terkait Pangkalan Udara Bagram.

Mengutip dari Reuters, Melalui unggahan di Truth Social pribadinya, Trump menegaskan bahwa “hal buruk akan terjadi” apabila Afghanistan tidak mengembalikan pangkalan yang disebutnya dibangun oleh Amerika Serikat. Minggu (21/09/2025)

Trump menyebut bahwa pihaknya telah berupaya mendapatkan kembali kendali atas pangkalan yang pernah digunakan pasukan AS usai serangan 11 September 2001.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini Washington tengah melakukan pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan mengenai hal tersebut.

Penarikan pasukan AS pada 2021 membuat pangkalan Bagram dikuasai Taliban setelah menggulingkan pemerintahan Kabul yang didukung AS.

Sejumlah pejabat di Washington, baik yang masih menjabat maupun mantan pejabat, memperingatkan bahwa upaya menduduki kembali pangkalan itu bisa dianggap sebagai bentuk invasi baru dan akan menuntut pengerahan lebih dari 10.000 tentara serta sistem pertahanan udara canggih.

Trump sendiri menolak membahas kemungkinan pengerahan militer untuk merebut kembali Bagram. Namun, ia menegaskan bahwa negosiasi masih berlangsung dan mengisyaratkan tindakan tegas jika Afghanistan tidak memenuhi tuntutannya.

Pangkalan Bagram diketahui merupakan markas utama pasukan AS selama dua dekade perang di Afghanistan. Kompleks luas itu pernah menjadi pusat logistik militer sekaligus fasilitas penunjang, mulai dari restoran cepat saji hingga kompleks penjara besar.

Kini, para analis menilai jika pangkalan tersebut diambil alih kembali oleh AS, maka diperlukan upaya besar untuk mengamankan dari ancaman berlapis, termasuk Taliban, ISIS, al Qaeda, hingga potensi serangan rudal Iran

Image Slide 1