Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Kronologi Lengkap Jatuhnya Pesawat Panglima AD Libya di Turki: Dari Lepas Landas hingga Sinyal Darurat Terakhir

×

Kronologi Lengkap Jatuhnya Pesawat Panglima AD Libya di Turki: Dari Lepas Landas hingga Sinyal Darurat Terakhir

Sebarkan artikel ini
Kepala Staf Angkatan Darat Libya, Letnan Jenderal Mohammed Ali Ahmed Al-Haddad/tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Sebuah misi diplomatik militer berakhir menjadi tragedi memilukan di langit Ankara. Kepala Staf Angkatan Darat Libya, Letnan Jenderal Mohammed Ali Ahmed Al-Haddad, dipastikan gugur setelah jet pribadi yang ditumpanginya jatuh di distrik Haymana, Turki.

Dikutip dari berbagai sumber, Berikut adalah urutan peristiwa (kronologi) kecelakaan maut yang menewaskan sang jenderal beserta jajaran petinggi militer Libya tersebut.

  1. Keberangkatan dari Ankara (Pukul 20:10 Waktu Setempat)
    Selasa malam (23/12/2025), jet bisnis tipe Falcon 50 dengan nomor ekor 9H-DFJ bersiap di landasan pacu Bandara Esenboga, Ankara.

Di dalam kabin, Letjen Mohammed Al-Haddad bersama empat ajudan setianya bersiap kembali ke Tripoli setelah menyelesaikan serangkaian pertemuan strategis dengan pejabat militer Turki. Pesawat resmi lepas landas (take off) pada pukul 20:10.

  1. Laporan Kerusakan Listrik yang Mencekam
    Hanya beberapa menit setelah mengudara dan mencapai ketinggian tertentu, situasi di dalam kokpit berubah drastis. Berdasarkan laporan dari Direktorat Komunikasi Presiden Turki, kru pesawat menghubungi pusat kendali lalu lintas udara (ATC).

Pilot melaporkan adanya kerusakan sistem kelistrikan yang fatal pada pesawat. Dalam kondisi darurat tersebut, awak pesawat sempat meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat (emergency landing) demi menyelamatkan seluruh penumpang.

  1. Hilang Kontak dan Sinyal Terakhir (Pukul 20:52)

Ketegangan memuncak pada pukul 20:52, tepat 42 menit setelah keberangkatan. Jet mewah tersebut tiba-tiba menghilang dari radar pemantau. Kontak suara terakhir terjadi saat pesawat berada di wilayah udara dekat Haymana, sekitar 74 kilometer dari titik keberangkatan mereka di Ankara. Sejak saat itu, sunyi menyelimuti frekuensi radio pesawat Falcon 50 tersebut.

  1. Penemuan Puing di Kesikkavak
    Setelah pencarian intensif di tengah kegelapan malam, pihak berwenang Turki akhirnya menemukan titik jatuh pesawat. Puing-puing besi yang hancur ditemukan berserakan di dekat Desa Kesikkavak, Distrik Haymana.

Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut tidak berhasil mencapai bandara terdekat dan menghantam daratan tak lama setelah laporan kerusakan listrik.

  1. Evakuasi dan Penemuan Kotak Hitam (Rabu, 24/12/2025)
    Memasuki hari Rabu, operasi besar-besaran melibatkan 408 personel penyelamat dari AFAD dan kepolisian dikerahkan ke lokasi. Fokus utama adalah mengevakuasi jenazah para korban yang masih berada di lokasi kejadian dan mengamankan bukti penerbangan.
    Petugas berhasil menemukan dua komponen krusial:
  • Perekam Suara Kokpit (CVR)
  • Perekam Data Penerbangan (FDR/Kotak Hitam)
    Kedua alat ini kini tengah diperiksa secara mendalam oleh tim ahli untuk memastikan mengapa sistem kelistrikan pesawat bisa gagal secara mendadak.
    Daftar Penumpang yang Gugur dalam Tragedi:
    Pesawat tersebut membawa total 8 orang (5 penumpang dan 3 kru), termasuk:
  • Letjen Mohammed Ali Ahmed Al-Haddad (Kepala Staf AD Libya)
  • Komandan Pasukan Darat Libya
  • Direktur Otoritas Manufaktur Militer
  • Penasihat Kepala Staf
  • Fotografer Kantor Kepala Staf

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi Perdana Menteri Libya Abdulhamid Dbeibah, yang menyebut insiden ini sebagai “kehilangan besar bagi bangsa dan lembaga militer.”

Image Slide 1