Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Pemuda Pemerhati Seni Bantengan Bersatu, Desa Kambingan Gaungkan Perlawanan terhadap Narkoba

×

Pemuda Pemerhati Seni Bantengan Bersatu, Desa Kambingan Gaungkan Perlawanan terhadap Narkoba

Sebarkan artikel ini
Pemateri dari GANN Malang Raya Dedik Siswanto saat memaparkan bahaya narkoba di Balai Desa Kambingan Tumpang Kabupaten Malang (foto istimewa).

Solusiindonesia.com  – Di tengah derasnya arus perubahan zaman yang kian menggerus nilai-nilai sosial dan budaya pedesaan, Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, memilih untuk tidak tinggal diam. Melalui kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang digelar di Balai Desa Kambingan, Selasa (30/12) malam, desa ini menegaskan komitmennya melindungi generasi muda dari ancaman laten narkotika.

Puluhan remaja dan pemuda desa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari perwakilan paguyuban komunitas seni Bantengan, salah satu ikon budaya lokal yang selama ini menjadi ruang ekspresi sekaligus identitas pemuda Desa Kambingan.

Perpaduan antara pendekatan budaya dan edukasi menjadi napas utama kegiatan ini.
Perkembangan zaman yang begitu cepat, disadari telah membawa dampak signifikan terhadap perubahan nilai budaya, norma sosial, hingga kepatuhan hukum.

Kondisi tersebut dinilai menjadi celah masuknya penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda pedesaan. Jika dibiarkan, bukan hanya masa depan anak-anak desa yang terancam, tetapi juga keberlangsungan nilai-nilai luhur budaya lokal.

Kepala Desa Kambingan, Hadi Susanto, menegaskan bahwa sosialisasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya jangka panjang membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga diri dan menentukan arah masa depan bangsa.

“Generasi muda harus dibekali pemahaman yang utuh tentang bahaya narkoba dan dampak buruknya, baik bagi kesehatan, moral, maupun masa depan mereka sendiri. Desa harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” ujarnya.

Menurut Hadi, dengan adanya kegiatan ini, para remaja diharapkan tidak hanya mengetahui, tetapi juga benar-benar memahami risiko penyalahgunaan narkoba serta memiliki keberanian untuk menolak dan melawan pengaruh negatif di lingkungannya.

Pemerintah Desa Kambingan saat menerima apresiasi penghargaan dari GANN Malang Raya atas partisipasinya kegiatan sosialisasi bahaya narkoba (foto istimewa)

Sementara itu, pemateri dari Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Malang Raya, Dedik Siswanto, dalam paparannya menekankan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba telah menjadi persoalan nasional yang dipandang serius oleh negara. Narkoba, kata dia, tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga menghancurkan moral dan masa depan bangsa.

“Penyalahgunaan narkoba terus meningkat dan efek dominonya semakin kompleks. Ketergantungan narkotika, baik secara fisik maupun psikis, membuat seseorang kehilangan kendali atas hidupnya. Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa dilakukan setengah-setengah,” tegas Dedik.

Ia menjelaskan, penyalah guna narkotika adalah mereka yang menggunakan narkoba tanpa hak dan melawan hukum. Ketergantungan yang muncul akan mendorong penggunaan dengan dosis yang terus meningkat, dan ketika dihentikan secara tiba-tiba, akan memunculkan gejala fisik dan psikis yang berat. Kondisi inilah yang membuat narkoba menjadi musuh bersama yang harus dilawan secara sistematis.

Sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menyerukan “perang melawan narkoba”, seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, dituntut untuk bergerak bersama.

Dedik juga mengingatkan bahwa situasi peredaran narkoba di Indonesia saat ini telah mencapai taraf mengkhawatirkan, bahkan merambah hingga ke wilayah desa.

“Desa kini menjadi wilayah strategis, bahkan sasaran empuk peredaran gelap narkoba. Karena itu, desa harus berdiri di garda terdepan dalam pencegahan. Sosialisasi, penyuluhan, dan pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Desa Kambingan tidak hanya berupaya menyelamatkan generasi mudanya dari bahaya narkoba, tetapi juga merawat budaya lokal sebagai benteng sosial yang mampu menjaga jati diri dan masa depan desa. Sebuah langkah kecil, namun berarti, dalam perang panjang melawan narkoba. (*)

Image Slide 1