Solusiindonesia.com — Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Malang yang digelar di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, Sabtu (14/2/2026), diwarnai aksi dramatis. Salah satu calon ketua, Zia’ul Haq, tertangkap kamera melakukan aksi reaksioner dengan menaiki meja persidangan di tengah tensi rapat yang memanas.
Ketegangan bermula saat forum memasuki tahap pengambilan keputusan mengenai mekanisme voting pemilihan Ketua KONI. Pimpinan sidang menawarkan dua opsi: voting tertutup atau terbuka. Hasilnya menunjukkan perbedaan mencolok, di mana hanya 8 peserta memilih voting tertutup, sementara sekitar 36 peserta mendukung voting terbuka.
Kronologi Kericuhan di Ruang Sidang
Situasi mulai tidak terkendali ketika perwakilan cabang olahraga (cabor) melayangkan interupsi bertubi-tubi.
Mereka menuntut adanya verifikasi pemilik suara yang sah sebelum penghitungan suara dilakukan.
Zia’ul Haq, yang saat itu duduk berdampingan dengan rivalnya, Darmadi, turut melayangkan protes keras. Namun, upayanya menyampaikan pendapat terus terjegal oleh interupsi dan sorakan dari peserta lain. Kondisi semakin meruncing akibat aksi provokasi yang diduga dilakukan oleh perwakilan cabor karate, Unggul Nugroho.
Merasa suaranya tidak didengar dan terus diprovokasi, Zia yang juga menjabat sebagai Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Malang tersebut akhirnya berdiri dan menaiki meja sambil terus memegang mikrofon untuk mencecar pimpinan sidang.
Aksi “naik meja” yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Malang ini seketika viral di media sosial. Berbagai unggahan video menyayangkan tindakan tersebut, bahkan beberapa pihak menyebutnya sebagai tindakan yang tidak etis dan mirip aksi premanisme.
Akibat situasi yang kian chaos, pimpinan sidang terpaksa melakukan skorsing rapat. Kedua kandidat, Darmadi dan Zia’ul Haq, diminta meninggalkan arena untuk mendinginkan suasana.
Pasca-insiden tersebut, Zia’ul Haq memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Ia mengaku tindakannya dipicu oleh rasa kecewa terhadap kepemimpinan sidang yang dianggap tidak netral.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat jika sempat emosi hingga naik meja. Tindakan itu refleks karena kami merasa pimpinan rapat tidak fair dan berat sebelah sejak awal,” ujar Zia pada Sabtu (14/2/2026) malam.
Meski sempat terjadi drama, Zia menyatakan telah menerima hasil akhir pemilihan yang menetapkan Darmadi sebagai Ketua KONI Kabupaten Malang yang baru. Ia berharap ke depannya proses demokrasi di tubuh organisasi olahraga tetap mengedepankan transparansi tanpa ada pengarahan sepihak untuk kepentingan aklamasi.



