Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Aksi HMI di DPRD Kota Malang Berjalan Damai, Aspirasi Disampaikan Tanpa Ricuh

×

Aksi HMI di DPRD Kota Malang Berjalan Damai, Aspirasi Disampaikan Tanpa Ricuh

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Malang saat menerima aspirasi dari perwakilan demonstran (foto istimewa).

Solusiindonesia.com – Aksi unjuk rasa yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan DPRD Kota Malang pada Senin (1/9/2025) berlangsung singkat namun kondusif. Setelah menyampaikan orasi dan tuntutan, mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib tanpa insiden.

Sekitar pukul 14.30 WIB, belasan mahasiswa HMI Universitas Merdeka Malang lebih dulu mendatangi pintu keluar gedung dewan. Mereka membentangkan poster bernada kritik dan mengibarkan bendera organisasi sambil berorasi mengenai isu kebangsaan. Tidak lama berselang, massa membubarkan diri usai menyampaikan aspirasi.

Gelombang kedua datang dari HMI Cabang Malang yang berjumlah sekitar 40 orang. Mereka berorasi di pintu masuk selatan DPRD, menyoroti perilaku anggota dewan agar tidak melukai hati nurani rakyat.

Koordinator lapangan, Husnin, sempat mengajak aparat keamanan dan peserta aksi untuk bersama-sama mendoakan Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang meninggal dunia.

Suasana akasi damai didepan kantor DPRD Kota Malang (foto istimewa).

Aspirasi mahasiswa akhirnya ditanggapi langsung oleh Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, yang didampingi sejumlah ketua fraksi. Ia menegaskan komitmen dewan untuk meneruskan tuntutan mahasiswa ke DPR RI. Setelah dialog singkat, aksi pun ditutup dengan tertib.

Menariknya, aksi mahasiswa ini juga mendapat pengawalan dari berbagai elemen masyarakat. Sekitar 1.000 warga yang terdiri dari Aremania, Branjang Kawat, Madura Asli (Madas), hingga Sakeramania turut hadir menjaga jalannya unjuk rasa. Kehadiran mereka membuat suasana tetap aman dan kondusif di sekitar DPRD dan Balai Kota Malang.

Aksi damai tersebut menjadi bukti bahwa penyampaian aspirasi dapat berjalan tanpa gesekan, justru memperlihatkan solidaritas antara mahasiswa, aparat, dan masyarakat. (*)

Image Slide 1