Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Peringati World Cleanup Day 2025, UM dan Sabers Pungli Bersihkan Kali Kebo Kota Batu

×

Peringati World Cleanup Day 2025, UM dan Sabers Pungli Bersihkan Kali Kebo Kota Batu

Sebarkan artikel ini
Tim Green Campus Universitas Negeri Malang (UM) bersama komunitas lingkungan Sabers Pungli menggelar aksi bersih-bersih di aliran Kali Kebo, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Sisir, Kota Batu (foto istimewa).

Solusiindonesia.com – Memperingati Hari Bersih-bersih Sedunia (World Cleanup Day / WCD) 2025, Tim Green Campus Universitas Negeri Malang (UM) bersama komunitas lingkungan Sabers Pungli menggelar aksi bersih-bersih di aliran Kali Kebo, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Sisir, Kota Batu, Sabtu (20/9/2025).

Sejak pagi, puluhan peserta tampak bersemangat memunguti sampah plastik, botol bekas, hingga limbah rumah tangga yang menumpuk di bantaran maupun tersangkut di bebatuan sungai.

Aksi yang diberi tajuk Resik-resik Kali Kebo ini tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi ekologis sungai, tetapi juga mengedukasi masyarakat akan bahaya pencemaran yang berpotensi merusak ekosistem air dan memicu bencana ekologis.

Ketua UM Green Campus, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kampus terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Ini bukan sekadar membersihkan sungai, tetapi juga pendidikan karakter bagi mahasiswa dan masyarakat. UM berkomitmen mendukung pencapaian SDGs, dan aksi nyata seperti ini adalah kontribusi kami untuk bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sesi foto bersama (foto istimewa).

Kegiatan tersebut secara langsung mendukung sejumlah target SDGs, antara lain SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 15 (Ekosistem Daratan).

Dari sisi mahasiswa, kegiatan ini menghadirkan pengalaman yang berkesan. Maya Devi, salah satu peserta, mengaku aksi turun langsung ke sungai membuka mata generasi muda terhadap urgensi menjaga lingkungan.

“Kami melihat sendiri betapa seriusnya masalah sampah di sungai. Teori di kelas harus diimbangi dengan tindakan nyata di lapangan. Harapan kami, aksi ini bisa menginspirasi anak muda lain untuk peduli dan tidak acuh terhadap kondisi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Kolaborasi UM Green Campus dan Sabers Pungli diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan. Sinergi antara akademisi, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat dinilai sebagai kunci menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di Kota Batu dan sekitarnya.