Solusiindonesia.com — Klarifikasi yang disampaikan oleh KH Muhammad Imam Muslimin atau Yai Mim, eks dosen UIN Malang, terkait perselisihan dengan tetangganya ternyata mampu membalik persepsi publik.
Alih-alih terus menuai kritik, warganet kini justru berbondong-bondong menyatakan simpati dan dukungan setelah memahami akar masalah sesungguhnya: penyalahgunaan lahan wakaf.
Ruang komentar di Instagram Yai MIM pun dipenuhi dukungan. Banyak netizen menilai bahwa inti persoalan bukan sekadar konflik pribadi, melainkan penyimpangan terhadap tanah wakaf yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan umum.
Akun @just.lely berkomentar, “Tanah wakaf utk fasum malah mau dipakai pribadi.. tetangganya gimana ini 🥲🥲🥲.”
“Oalah… ternyata tetangganya yang playing victim,” tulis akun @donnyoktora, mengekspresikan kekecewaan atas narasi awal video yang dianggap menyesatkan karena hanya menyorot sisi emosional.
Sementara itu, akun @ahmad_ks_mbo memberikan masukan: “Ukur ulang saja ke BPN. Tunjukan Sertifikat dan Surat Wakafnya. Wakaf yg tidak digunakan sebagaimana ikrar wakaf maka batal.” Komentar ini merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku mengenai keabsahan wakaf.
Sebagian warganet menilai Yai MIM sebenarnya menjadi korban framing media. “Dari awal aku udah yakin tetangganya salah, tapi karena Yai MIM ada adegan jatuh² orang-orang malah fokus ke situ, bukan ke masalah pokoknya,” ujar akun @pak.firdaus.
Fenomena ini menegaskan bahwa masyarakat semakin kritis dalam menilai sebuah peristiwa. Mereka tidak lagi mudah terpengaruh potongan video singkat tanpa konteks lengkap.
Gelombang dukungan untuk Yai MIM juga dinilai sebagai pengakuan atas konsistensinya menjaga amanah wakaf sesuatu yang sangat dijunjung tinggi dalam ajaran Islam.



