Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Yai Mim Tegaskan Cinta Indonesia di Tengah Tawaran Kewarganegaraan Malaysia

×

Yai Mim Tegaskan Cinta Indonesia di Tengah Tawaran Kewarganegaraan Malaysia

Sebarkan artikel ini
Yai Mim Bersama Sang Istri / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Perseteruan yang terjadi antara eks Dosen UIN Malang, KH Imam Muslimin alias Yai Mim, dengan tetangga nya, Nurul Sahara, kian memanas.

Kasus yang dialami oleh Yai Mim bahkan sudah menembus atensi internasional dan melibatkan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Datuk Anwar Ibrahim

Berawal dari konflik lingkungan yang telah viral di media sosial, baru baru ini Yai Mim mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan publik.

Tokoh yang diketahui telah diusir dari lingkungannya itu mengklaim menerima tawaran langsung dari PM Malaysia untuk berpindah kewarganegaraan.

Menurutnya, tawaran itu ia terima usai merasakan tekanan akibat pengusiran yang dilakukan warga sekitar.

Namun, meski mengaku ditawari oleh pucuk pemerintahan Malaysia, Yai Mim menegaskan penolakannya dengan alasan kecintaan terhadap Indonesia.

Dalam narasi yang menirukan percakapan teleponnya dengan Anwar Ibrahim, Yai Mim berkata, “Kemarin saya ditawari Perdana Menteri Datuk Anwar Ibrahim, ‘hei, Yai Mim tinggal sini aja. Ngapain, aku cinta Indonesia’.”

Sikap nasionalis itu ia tunjukkan di tengah keterpurukan, meskipun kemudian ia justru beralih mencari perlindungan dari negara lain.

Kedekatan Yai Mim dengan sejumlah tokoh di Negeri Jiran disebut menjadi alasan Anwar Ibrahim melontarkan tawaran tersebut. Ia mengaku rutin bepergian ke Malaysia untuk menghadiri agenda tahunan ulama.

Dari kunjungan itu, Yai Mim kerap mendapat bingkisan dari raja, gubernur terutama Gubernur Kelantan hingga Perdana Menteri Malaysia. Meski begitu, ia tetap menolak berpindah kewarganegaraan.

Sebagai respons atas pengusiran dari warga sekitar, Yai Mim kini memilih menempuh jalur ekstrem: mengurus suaka politik. Ia menegaskan sudah tak mau terlibat dalam polemik lokal.

Ia bahkan menyinggung persoalan parkir yang melibatkan Pak RT dan Pak Sofyan dengan nada menantang.

“Jadi gini, enggak peduli sekarang ini. Pak RT mangga, mau Pak Sofyan disuruh parkir di depan musala, mau parkir di depan rumah monggo, di pinggiran jalan mangga, karena saya sudah diusir dan sebentar lagi saya akan mengurus suaka politik ke Australia” ujarnya.

Langkahnya untuk mencari suaka di Australia menjadi tanda bahwa konflik antar-tetangga itu berkembang ke level diplomatik.

Di tengah keruwetan kasus, perhatian publik juga teralihkan pada Denny Sumargo (Densu). Meski Nurul Sahara sudah meminta maaf setelah saling lapor polisi, mayoritas netizen mendesak agar podcast klarifikasi Sahara tak ditayangkan.

Yai Mim justru berseberangan, mendesak keras agar podcast tersebut tetap dipublikasikan. Lewat akun Instagram pada Kamis (2/10/2025), ia menitip pesan langsung kepada “Bang Densu”.

Permintaan itu dianggap sebagai upaya Yai Mim untuk menampilkan kedua sisi cerita agar publik bisa menilai secara adil.

Drama ini semakin kompleks dengan munculnya tokoh baru, isu suaka politik, serta tawaran kewarganegaraan dari PM Malaysia.

Belum berhenti di situ, Yai Mim juga disebut melayangkan pesan tegas kepada Wali Kota Malang. Ia menolak segala bentuk mediasi dengan Sahara dan meminta wali kota sekadar menjadi penonton dalam konflik tersebut.

Perseteruan Yai Mim versus Sahara yang tayang sejak Jumat (3/10/2025) terus menjadi sorotan, memperlihatkan bagaimana konflik lokal bisa mendunia hanya dalam sekejap.