Solusiindonesia.com — Rencana pembangunan Tol Kota Malang–Kepanjen kembali mengalami penyesuaian.
Pemerintah Kabupaten Malang, memastikan adanya perubahan rute sehingga studi kelayakan atau feasibility study (FS) harus disusun ulang. Konsekuensinya, proses pembangunan jalan tol kota Malang–Kepanjen tersebut terpaksa ditunda hingga survei dan kajian baru selesai.
Rute awal yang dirancang melintasi Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, sepanjang 30 kilometer, kini digeser ke kawasan timur.
Perubahan ini bertujuan agar jalur tol dapat terhubung langsung dengan Jalan Lintas Selatan (JLS), yang membentang di sepanjang deretan 11 destinasi wisata pantai di Malang Selatan.
“Iya, ada perubahan rute dan menunggu tim dari PUPR pusat turun, untuk melakukan survei bersama dengan tim dari Pemkab Malang,” ujar Bupati Malang Muhammad Sanusi, Minggu (23/11/2025), seperti dikutip SuryaMalang.com.
Sanusi menjelaskan bahwa jalur baru tersebut akan melewati Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kemudian mengarah ke Kecamatan Bululawang dan Gondanglegi.
“Itu melintas di timurnya Pabrik Gula Krebet, terus lurus ke Gondanglegi,” jelas Sanusi.
Sebelumnya, proyek tol ini dirancang melewati Pakisaji dengan anggaran mencapai Rp10,04 triliun.
Menindaklanjuti perubahan rute, Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar bersama Kepala Dinas Bina Marga Malang, Khairul Isnadi Kusuma atau Oong, telah menemui Ditjen Perencanaan dan Pembiayaan Jalan Tol pada Kamis (13/11/2025).
Dalam pertemuan itu, Pemkab Malang diminta menyusun ulang FS sesuai arah trase baru.
Khairul Isnadi Kusuma menegaskan bahwa penyesuaian rute ini selaras dengan arahan Bupati Sanusi, yang ingin jalur tol terkoneksi langsung dengan kawasan wisata pantai selatan, seperti Pantai Ngliyep, Modangan, Banyu Meneng, Kondang Merak, Pantai Tiga Warna, Balekambang, dan pantai-pantai lainnya di wilayah Malang Selatan.
“Pak Bupati cukup jeli untuk menangkap potensi wisata. Yakni, agar wisatawan dari luar kota kian berdatangan, maka harus dimudahkan jalannya. Begitu turun dari tol, mereka langsung terkoneksi dengan jalan wisata,” terang Oong.








