Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Hujan Deras Guyur Kota Malang, Warga Hadapi Banjir Hingga 1,5 Meter

×

Hujan Deras Guyur Kota Malang, Warga Hadapi Banjir Hingga 1,5 Meter

Sebarkan artikel ini
Pengendara mobil dievakuasi warga saat terjebak banjir di jalan Letjen Sutoyo Kota Malang (foto istimewa).

Solusiindonesia.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang sejak Kamis (4/12/2025) siang mengubah suasana sejumlah kawasan menjadi penuh kecemasan. Air yang semula hanya menggenang perlahan naik, merayapi jalan-jalan utama hingga memasuki permukiman warga.

Laporan sementara menunjukkan beberapa titik terdampak berada di kawasan padat penduduk, mulai Kelurahan Purwantoro yang berbatasan dengan Lowokwaru, hingga Kelurahan Purwodadi dan Blimbing.

Di beberapa lokasi, warga tampak sibuk menyelamatkan barang-barang rumah tangga sembari menunggu bantuan datang.
Di sisi lain, jalan-jalan yang biasanya ramai berubah menjadi barisan panjang kendaraan.

Ruas-ruas penting seperti Jalan Soekarno-Hatta, Bunga Coklat, Kalpataru, Kedawung, Letjen Sutoyo menuju Ahmad Yani, Ciliwung, hingga Sunandar Priyo Sudarmo terlihat tersendat akibat genangan yang meluas. Arus kendaraan menumpuk, baik yang mengarah ke pusat kota maupun menuju kawasan penyangga di sekitarnya.

Petugas kepolisian tampak berjibaku di tengah derasnya hujan, mengatur lalu lintas sambil memberikan arahan kepada pengendara agar memilih jalur alternatif. Upaya mereka menjadi penanda bahwa kota sedang bekerja keras melewati sore yang tidak biasa.

Di tengah situasi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, memastikan bahwa tim gabungan langsung bergerak begitu laporan masuk. Prosedur tanggap bencana diberlakukan, menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

“Kami di proses tanggap bencana, keluarga kami selamatkan. Listrik dimatikan, karena mohon maaf bisa terancam korsleting,” ujarnya pada Kamis malam, menegaskan langkah pencegahan yang harus diambil.

Salah satu titik paling terdampak berada di Jalan Kedawung 1, Kelurahan Lowokwaru. Di kawasan tersebut, ketinggian air di dalam permukiman bisa mencapai 150–160 sentimeter, jauh lebih tinggi dibanding genangan di jalan raya yang berada di kisaran 80 sentimeter.

Prayitno menyebut timnya bahkan harus mengirimkan perahu karet untuk mengevakuasi warga di wilayah Purwodadi.
Kendati begitu, kondisi berangsur membaik. Air di Jalan Kedawung 1 dilaporkan telah surut, namun petugas gabungan tetap berjaga untuk memastikan keamanan warga.

Terkait penyebab banjir, Prayitno menjelaskan bahwa intensitas hujan memang melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir. “Informasi nasional menyebut curah hujan naik sampai 40 persen karena perubahan iklim,” tuturnya.

Sore yang semula biasa berubah menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem kini semakin akrab hadir. Namun di balik itu, kerja cepat petugas dan kekompakan warga menjadi penyangga agar Kota Malang bisa segera kembali pulih. (*)

Image Slide 1