Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Malang Raya

Jejak Panjang Dua Penjambret Lebaran yang Akhirnya Terbaca Polisi

×

Jejak Panjang Dua Penjambret Lebaran yang Akhirnya Terbaca Polisi

Sebarkan artikel ini
Dua pelaku jambret yang sempat buron dapat di bekuk polisi dan kini harus mempertanggungjawabkan di balik jeruji besi (foto istimewa).

Solusiindonesia.com – Lebaran biasanya menjadi momen ketika pintu rumah terbuka lebar, tamu datang silih berganti, dan kewaspadaan sedikit longgar. Tetapi di Desa Ngingit, Tumpang, Kabupaten Malang, suasana hangat Idul Fitri 2025 justru berubah menjadi kepanikan ketika dua orang tak dikenal masuk ke halaman rumah warga dan merampas kalung emas yang dikenakan ibu dan anak.

Beberapa bulan berlalu. Jejak para pelaku sempat mengabur, berpindah-pindah kota, seakan lenyap dalam hiruk-pikuk pascalebaran. Namun kucing-kucingan itu akhirnya berakhir ketika penyidik Polres Malang mendeteksi kembali pergerakan mereka. Upaya pengejaran yang sempat terputus mulai terangkai ulang.

Adalah NH (32) dan SN (44), dua warga Tumpang yang kini tak bisa lagi menutupi pelarian mereka. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda setelah polisi mengantongi informasi keberadaan mereka. Seorang pelaku lain masih buron dan telah masuk daftar pencarian.

“Para pelaku ini berpindah-pindah tempat sehingga proses penyelidikan cukup panjang. Tapi setiap petunjuk kami kejar terus sampai akhirnya lokasi persembunyian mereka terungkap,” tutur Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, Sabtu (6/12/2025).

Benang merah itu pertama kali mengarah ke sebuah rumah kos di kawasan Bumiayu, Kota Malang. Di sanalah NH ditangkap. Dari pengakuannya, tim penyidik kemudian melacak keberadaan SN—yang akhirnya menyerah ketika polisi menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan jelas aksi mereka pada pagi Lebaran tersebut.

Aksi itu sendiri terjadi pada Senin (31/3/2025) sekitar pukul 07.50 WIB. Saat itu, suasana kampung masih hangat oleh salam-salam silaturahmi. Sang suami tengah salat Id di masjid sementara istri dan anaknya menunggu di rumah. Kehadiran dua orang asing di halaman sempat disangka tamu keluarga.

Dalam hitungan detik, suasana itu berubah. Salah satu pelaku mengejar istri korban lalu merampas kalung emas yang melingkar di lehernya. Yang lain menyasar anak korban dan menarik paksa kalung hingga sang anak terjatuh. Setelah mendapatkan apa yang mereka incar, keduanya melarikan diri di antara lorong-lorong kampung.

“Situasi Lebaran membuat keluarga korban lengah. Pelaku memanfaatkan momen itu,” kata Bambang.

Peristiwa itu baru sepenuhnya diketahui sang suami ketika warga memanggilnya sepulang dari masjid. Laporan pun dibuat ke Polsek Tumpang dan penyelidikan panjang dimulai.

Kini, setelah berbulan-bulan pengejaran, dua pelaku sudah duduk di ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Malang. Sementara satu pelaku lainnya masih diburu. Polisi memastikan pengejaran belum selesai.

“Kami terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap pelaku yang masih buron,” tegas Bambang.

Kasus ini menjadi pengingat nyata bahwa kejahatan bisa menyelinap di tengah suasana paling hangat sekalipun—bahkan di hari ketika pintu rumah banyak orang terbuka tanpa prasangka.

Image Slide 1