Solusiindonesia.com — Real Madrid kembali melakukan perubahan di kursi pelatih. Klub asal ibu kota Spanyol itu resmi menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih tim utama, menggantikan Xabi Alonso yang masa baktinya berakhir setelah delapan bulan.
Keputusan tersebut diumumkan tak lama setelah Madrid gagal meraih gelar Piala Super Spanyol usai kalah 2-3 dari Barcelona pada laga final yang berlangsung di Arab Saudi, Senin (12/1/2026). Manajemen klub menyebut perpisahan dengan Alonso terjadi atas kesepakatan bersama.
Selama menangani Madrid, Alonso berada di bawah sorotan tajam akibat performa tim yang naik turun. Situasi semakin sulit setelah muncul ketegangan dengan sejumlah pemain inti, termasuk Vinicius Junior, yang turut memengaruhi stabilitas ruang ganti. Hingga pekan terakhir, Madrid juga masih tertinggal empat poin dari Barcelona di klasemen Liga Spanyol.
Arbeloa bukan sosok asing di lingkungan Los Blancos. Sejak 2020, ia meniti karier kepelatihan di akademi Real Madrid dan sempat dipercaya menangani beberapa kelompok usia sebelum akhirnya memimpin Real Madrid Castilla mulai Juni 2025.
Penunjukan Arbeloa dinilai sebagai langkah internal untuk menjaga kesinambungan filosofi klub. Pengalaman panjangnya sebagai pemain Real Madrid pada periode 2009–2016, termasuk saat meraih dua gelar Liga Champions dan satu gelar Liga Spanyol, menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan di tim utama.
Selain sukses di level klub, Arbeloa juga merupakan bagian dari generasi emas timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012.
Sementara itu, Alonso sejatinya datang dengan reputasi tinggi setelah mencatat prestasi impresif bersama Bayer Leverkusen. Namun, ekspektasi besar tersebut belum sepenuhnya terwujud di Santiago Bernabeu.
Kini, Arbeloa dihadapkan pada tantangan berat untuk mengembalikan konsistensi permainan dan menjaga peluang Real Madrid dalam persaingan gelar musim ini.








