Solusiindonesia.com — Pemerintah Prancis melalui Menteri Olahraga, Marina Ferrari, menegaskan bahwa skuad Les Bleus tetap berkomitmen untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Pernyataan ini muncul sebagai jawaban atas isu boikot yang mencuat akibat ketegangan diplomatik terkait ambisi Presiden AS, Donald Trump, untuk menguasai Greenland.
Dalam keterangannya kepada media pada Selasa (22/11), Ferrari menekankan pentingnya menjaga jarak antara urusan lapangan hijau dengan dinamika geopolitik. Politisi dari partai Gerakan Demokratik (MoDem) ini menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada rencana untuk menarik diri dari turnamen akbar tersebut.
“Kementerian tidak memiliki niat untuk memboikot kompetisi yang sangat dinantikan ini. Piala Dunia 2026 adalah momen krusial bagi seluruh pecinta olahraga di dunia,” ujar Ferrari.
Meski enggan berkomentar lebih jauh mengenai kontroversi yang dipicu oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Ferrari memberi sinyal bahwa fokus utama Prancis saat ini adalah prestasi olahraga.
Namun, sikap pemerintah tidak sepenuhnya berjalan mulus tanpa tantangan domestik. Eric Coquerel, anggota parlemen dari sayap kiri, menyuarakan pendapat yang kontras. Ia menilai Prancis seharusnya mempertimbangkan langkah tegas sebagai protes atas ancaman AS terhadap kedaulatan Greenland yang merupakan sekutu NATO (Denmark).
Coquerel mempertanyakan etika bertanding di negara yang ia anggap merusak hukum internasional. Melalui media sosialnya, ia bahkan mengusulkan agar penyelenggaraan turnamen dipusatkan sepenuhnya ke Meksiko dan Kanada jika situasi tidak membaik.
Ketegangan ini menambah beban spekulasi bagi tim nasional Prancis. Setelah kegagalan dramatis di final Piala Dunia 2022 melawan Argentina, Kylian Mbappe dan kawan-kawan diharapkan mampu menebus rasa penasaran mereka di tanah Amerika.
Publik kini menanti apakah perdebatan politik di Paris akan memengaruhi stabilitas persiapan tim asuhan Didier Deschamps menjelang kick-off pada Juni 2026 mendatang.








