Solusiindonesia.com — Kejutan besar terjadi di bursa transfer sepak bola Tanah Air. Gelandang muda berbakat Timnas Indonesia, Ivar Jenner, dilaporkan resmi meninggalkan Benua Biru untuk bergabung dengan klub Liga 1, Dewa United. Keputusan ini diambil Ivar setelah sepakat mengakhiri kontraknya lebih awal bersama klub kasta tertinggi Belanda, FC Utrecht.
Kabar kepindahan pemain pilar lini tengah Skuad Garuda ini pertama kali diembuskan oleh media kenamaan Belanda, Algemeen Dagblad. Dalam laporannya, Ivar disebut memilih Tangsel Warriors sebagai pelabuhan baru demi menyelamatkan kariernya yang sempat meredup di Utrecht.
Langkah berani diambil Ivar dengan membatalkan sisa kontraknya di FC Utrecht. Hal ini disinyalir merupakan strategi agar ia bisa bergabung dengan Dewa United dengan status bebas transfer dan mendapatkan jaminan jam terbang.
“Ivar Jenner akan menyelesaikan musim ini bersama Dewa United. Setelah kontraknya dengan FC Utrecht dibatalkan, ia akan menandatangani kontrak hingga akhir musim,” tulis laporan Algemeen Dagblad.
Keputusan Ivar untuk “pulang kampung” ke Indonesia memang didasari alasan logis: menit bermain. Bersama Jong Utrecht di Eerste Divisie (kasta kedua Liga Belanda), pemain berusia 21 tahun ini kesulitan menembus skuat utama musim ini.
Penurunan performa Ivar di Belanda tak lepas dari hantaman cedera di awal musim 2025/2026. Namun, setelah pulih, ia justru kesulitan merebut kembali posisinya di starting eleven.
Berdasarkan data statistik musim ini:
- Pertandingan Terakhir: 22 Desember 2025 (vs Roda JC).
- Durasi Absen: Hampir satu bulan sejak laga sebelumnya pada 24 November 2025 (vs Den Bosch).
- Situasi Skuad: Tim kepelatihan Jong Utrecht lebih memilih memprioritaskan pemain lain, membuat Ivar lebih banyak menghangatkan bangku cadangan.
Kehadiran Ivar Jenner diharapkan menjadi suntikan tenaga baru bagi Dewa United yang saat ini masih tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara. Visi bermain dan akurasi umpan Ivar diprediksi akan membuat lini tengah Dewa United kian kompetitif.
Bagi Timnas Indonesia, kepindahan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, Ivar akan lebih bugar karena rutin bermain. Di sisi lain, ia harus beradaptasi dengan atmosfer dan intensitas Liga Indonesia yang berbeda dengan kompetisi Eropa.







