Solusiindonesia.com — Crystal Palace harus menelan kenyataan pahit setelah UEFA secara resmi mengeluarkan klub asal Liga Inggris itu dari Liga Europa dan menurunkannya ke Liga Conference. UEFA mengeluarkan keputusan untuk mendepak Crystal Palace dari Liga Europa 2025-2026. Pada Jumat (11/07/2025).
Keputusan ini diambil karena klub asal London tersebut melanggar regulasi kepemilikan ganda, menyusul fakta bahwa pemilik saham mereka, John Textor, juga menguasai mayoritas saham klub Prancis, Lyon.
UEFA mengacu pada aturan yang melarang dua klub dengan kepemilikan yang saling beririsan berpartisipasi dalam kompetisi yang sama. Dalam kasus ini, baik Palace maupun Lyon berada di bawah kendali Eagle Football Group milik Textor.
Karena posisi Lyon di klasemen termasuk tinggi dengan menduduki peringkat 6 Ligue 1, dan dibandingkan dengan Palace yang hanya berada di posisi ke-12 Premier League, maka Lyon yang diberikan hak tampil di Liga Europa.
Dengan Crystal Palace dikeluarkan, UEFA kemungkinan besar akan memasukkan Nottingham Forest sebagai pengganti dari Liga Inggris.
Premier League memiliki dua tempat di Liga Europa, di mana salah satunya sudah diambil oleh Aston Villa yang finish di peringkat 6 pada musim 2024-2025.
“Kami merasa hancur,” ungkap Bos Crystal Palace, Steve Parish, dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh BBC.








