Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Olahraga

Kontrak Masih Panjang, Marc-André ter Stegen Ogah Tersingkir dari Barcelona

×

Kontrak Masih Panjang, Marc-André ter Stegen Ogah Tersingkir dari Barcelona

Sebarkan artikel ini
Marc-André ter Stegen kiper Barcelona / foto: instagram

Solusiindonesia.com — Barcelona kini dihadapkan pada dilema di posisi penjaga gawang usai merekrut Joan Garcia dari Espanyol dengan nilai klausul rilis sebesar 25 juta euro.

Joan Garcia direncanakan menjadi kiper utama musim depan, menggantikan Marc-André ter Stegen. Namun, rencana tersebut tak berjalan mulus karena Ter Stegen menegaskan keinginannya untuk tetap bertahan dan bersaing di bawah mistar Camp Nou.

Sebelumnya Marc-André ter Stegen melewatkan musim karena cidera, ia mengira akan kembali menjadi pilihan utama dibawah mistar pada musim 2025/2026. Namun, Barcelona mengambil langkah agresif dengan merekrut Gracia.

Barcelona disebut mencoba mendorong kepergian Marc-André ter Stegen dengan menggunakan Piala Dunia 2026 sebagai alasan utama.

Dengan Manuel Neuer yang telah pensiun, Ter Stegen dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi kiper utama Timnas Jerman asalkan mendapat menit bermain reguler.

Namun, menurut laporan Sport, Ter Stegen menolak tekanan tersebut dan bersikeras bertahan di Barcelona setidaknya hingga Januari 2026. Jika sampai saat itu ia masih menjadi cadangan, barulah ia akan mempertimbangkan hengkang demi menjaga tempat di tim nasional.

Di tengah situasi ini, pelatih anyar Hansi Flick akan memegang peran kunci. Ia mengenal Ter Stegen dari masa kepelatihannya di Timnas Jerman, meski saat itu lebih mengandalkan Neuer.

Flick juga dikenal lebih menyukai kestabilan di posisi penjaga gawang, sebagaimana ia lakukan dengan Wojciech Szczęsny di klub sebelumnya.

Flick kabarnya akan berbicara langsung dengan Ter Stegen untuk menjelaskan bahwa Joan Garcia akan menjadi kiper utama musim ini. Namun, langkah ini tak mudah, mengingat Ter Stegen masih terikat kontrak tiga tahun dan bergaji tinggi.

Jika situasi ini dibiarkan tanpa penyelesaian, tekanan internal dan beban finansial berpotensi menjadi bumerang bagi Barcelona. Klub pun harus segera menuntaskan dilema ini sebelum musim kompetisi dimulai