Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
OlahragaMalang Raya

d’Kross Boxing Camp Jadi Pusat Pembinaan Atlet, Pemkot Malang Beri Apresiasi

×

d’Kross Boxing Camp Jadi Pusat Pembinaan Atlet, Pemkot Malang Beri Apresiasi

Sebarkan artikel ini
Suasana latihan d'Kross Boxing Camp dalam membina atlet karate (foto istimewa).

Solusindonesia.com – Komisi A DPRD Kota Malang memberikan apresiasi atas peran besar d’Kross Boxing Camp dalam membina atlet berbagai cabang olahraga, tak hanya tinju, tetapi juga karate, muay thai, hingga silat. Sasana yang berlokasi di Perumahan BTU, Kelurahan Madyopuro, Kedungkandang, ini menjadi wadah latihan gratis bagi masyarakat, khususnya Aremania dan anak-anak yang ingin mendalami olahraga beladiri.

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Danny Agung Prasetyo, menyatakan dukungannya terhadap kiprah d’Kross. Ia berharap sasana ini mampu menghidupkan kembali kejayaan Kota Malang dalam dunia tinju nasional.

“Saya pribadi mendukung penuh apa yang dilakukan Sam Ade. Kota Malang punya sejarah panjang dalam dunia tinju, dan saya yakin d’Kross Boxing Camp bisa kembali menumbuhkan bibit petinju hebat,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut, Senin (14/7/2025).

Keberadaan d’Kross Boxing Camp, yang didirikan oleh Ade Herawanto atau dikenal dengan Sam Ade, memang tidak hanya fokus pada tinju. Sasana ini membuka ruang bagi cabang olahraga lain seperti karate, MMA, kick boxing, dan silat, tergantung formasi pelatih yang sedang disusun komunitas d’Kross-Aremania.

Setiap akhir pekan, suasana sasana ramai dengan kegiatan. Aremania ikut latihan tinju dalam format open fight, sementara anak-anak dengan serius berlatih karate. Semua kegiatan ini diberikan secara gratis.

Salah satu komunitas yang berkembang di bawah naungan d’Kross adalah Dojo Bulteru (Bulan Terang Utama) yang merupakan bagian dari Fushikawa Karate Do Indonesia. Dalam setahun berlatih di d’Kross Boxing Camp, para atlet muda dari dojo ini telah mencatat prestasi membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pada Kejuaraan Nasional Musikawa ke-2 (6 Juli 2025), Dojo Bulteru menurunkan 24 atlet dan berhasil meraih 3 emas, serta sejumlah perak dan perunggu. Mereka juga tampil di berbagai kejuaraan terbuka seperti Open Championship Surabaya, Jember, hingga kejuaraan dunia Geokursin World Championship di Yogyakarta yang diikuti 15 negara.

Dalam ajang ini, satu atlet Bulteru meraih Juara 2 tingkat internasional dari 7 kategori yang diikuti.
Pelatih Dojo, Sensei Yusuf Zenuri, menyampaikan terima kasih atas dukungan dari d’Kross Community.

“Terima kasih kepada Sam Ade atas kesempatan yang diberikan. Fasilitas latihan gratis ini sangat membantu perkembangan atlet-atlet kami,” ucapnya.

d’Kross Boxing Camp bukanlah nama asing di dunia olahraga, khususnya tinju. Nama besar seperti (alm.) Hero Tito dan Rivo Rengkung, yang pernah meraih gelar juara dunia, lahir dari sasana ini. Komunitas d’Kross terus menanamkan nilai disiplin, karakter, dan kebersamaan bagi seluruh anggotanya.

Sam Ade menegaskan, d’Kross akan terus menjadi pusat kebangkitan olahraga beladiri di Kota Malang melalui semangat gotong royong dan kolaborasi.

“Kami membuka pintu bagi siapa pun yang ingin berlatih. d’Kross bukan hanya tempat berlatih, tapi rumah bagi semua pejuang olahraga,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danny Agung juga mengulas sejarah emas dunia tinju Malang pada era 1980-an. Ia menyebut nama Thomas Americo (Jimmy), legenda tinju nasional yang pernah menjadi juara OPBF (Orient Pacific Boxing Federation) setelah mengalahkan Sang Mo Koo dari Korea Selatan pada tahun 1980 di Surabaya.

“Thomas menerima Rp 6 juta saat itu, tertinggi bagi petinju Indonesia. Itu membuktikan Malang punya warisan petinju hebat,” kenangnya.

Danny berharap semangat tersebut bisa dihidupkan kembali melalui d’Kross Boxing Camp, yang dinilainya telah menjadi harapan baru bagi dunia beladiri Kota Malang. (*)