Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Peristiwa

Tragedi KM Putri Sakinah di Selat Padar: Polres Manggarai Barat Resmi Mulai Penyidikan

×

Tragedi KM Putri Sakinah di Selat Padar: Polres Manggarai Barat Resmi Mulai Penyidikan

Sebarkan artikel ini
Kapal Tim SAR beroperasi mencari korban KM Putri Sakinah kapal tenggelam Labuan Bajo

Solusiindonesia.com — Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat resmi meningkatkan status penanganan kecelakaan laut KM Putri Sakinah ke tahap penyidikan. Langkah hukum ini diambil menyusul insiden tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi tersebut di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, mengonfirmasi bahwa penyidik telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat pada Rabu (31/12).

“Penyerahan SPDP ini merupakan tanda dimulainya tahapan penyidikan secara resmi. Kami berkomitmen menangani kasus ini secara profesional dan transparan,” ujar Henry di Kupang, Kamis (1/1/2026).

Tim penyidik akan melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam yang mencakup beberapa aspek krusial:

  • Pemeriksaan Saksi: Meminta keterangan dari awak kapal (ABK), saksi mata, dan pihak operator kapal.
  • Audit Kelayakan: Meninjau kembali sertifikasi kelayakan kapal dan kepatuhan terhadap standar prosedur keselamatan pelayaran.
  • Unsur Pidana: Menentukan apakah terdapat unsur kelalaian (pasal 359 KUHP terkait kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia) dalam insiden ini.

Berdasarkan pemeriksaan awal, KM Putri Sakinah sedang dalam perjalanan dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar saat mengalami mati mesin. Kondisi ini membuat kapal kehilangan kemampuan manuver di tengah laut yang sedang bergejolak.

Akibatnya, kapal dihantam gelombang tinggi hingga terbalik dan tenggelam. Dari total penumpang dan kru:

  • 7 Orang: Berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
  • 1 Orang: Ditemukan meninggal dunia (jenazah berjenis kelamin perempuan telah diidentifikasi).
  • 3 Orang: Masih dalam pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.

Beberapa kecelakaan menonjol di antaranya:

  • KM Raja Bintang 02 (Maret 2025)
  • Phinisi Budi Utama (Juni 2024)
  • Pinisi Dewi Anjani (Desember 2025)

Insiden KM Putri Sakinah memperpanjang rapor merah keselamatan pelayaran di Labuan Bajo. Berdasarkan data kepolisian, tercatat ada 15 insiden kecelakaan kapal wisata sepanjang tahun 2024 hingga akhir 2025

“Kejadian ini seharusnya tidak terulang jika semua pihak memperhatikan situasi alam dan faktor teknis. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas bagi siapa pun yang lalai,” tambah Kombes Henry.

Image Slide 1