Solusiindonesia.com — Peristiwa tragis mengguncang warga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebuah keluarga ditemukan tergeletak di dalam rumah kontrakan mereka pada Jumat (2/1). Insiden ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sementara satu anggota keluarga lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian yang diduga akibat keracunan tersebut.
Kejadian ini pertama kali terungkap ketika anak kedua korban pulang bekerja sekitar pukul 08.00 WIB. Sesampainya di rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan Warakas III, ia mendapati anggota keluarganya dalam kondisi mengenaskan.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, ketiga korban meninggal dunia ditemukan dengan kondisi mulut berbusa dan terdapat ruam merah pada bagian tubuh mereka.
Identitas Korban Tewas dan Selamat
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar, merinci identitas para korban sebagai berikut:
- S (Siti Solihah, 50): Ibu rumah tangga.
- AA (Afiah Al Adilah Jamaludin, 27): Anak perempuan.
- AA (Adnan Al Abrar Jamaludin, 13): Anak laki-laki.
- Abdullah Syauqi Jamaludin (23): Korban selamat yang saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa kondisi Abdullah saat ini mulai stabil meskipun masih dalam pengawasan medis yang ketat.
Penyelidikan Puslabfor dan Barang Bukti
Untuk mengusut tuntas kasus ini, Tim Puslabfor Polri bersama Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Tanjung Priok telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Area rumah kontrakan tersebut kini telah dipasangi garis polisi.
Beberapa barang bukti kunci telah diamankan untuk diuji di laboratorium, di antaranya:
- Botol minuman kemasan air mineral.
- Sisa makanan yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
- Sampel cairan atau zat yang diduga menjadi penyebab para korban bergejala mulut berbusa.
“Kami masih menunggu hasil identifikasi lengkap dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian. Dugaan awal memang mengarah pada keracunan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro.
Pemeriksaan Saksi-Saksi
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sedikitnya enam orang saksi. Saksi-saksi tersebut terdiri dari tetangga sekitar serta dua orang yang tinggal di rumah tersebut, termasuk anak korban yang pertama kali menemukan jenazah setelah pulang bekerja.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Maryati Jonggi, menegaskan bahwa informasi lebih lanjut akan segera disampaikan setelah hasil penyelidikan Puslabfor keluar.
Kasus ini sempat ramai di media sosial X sebelum dikonfirmasi oleh pihak kepolisian. Warga diimbau untuk tetap tenang dan menunggu keterangan resmi terkait motif maupun penyebab di balik tragedi keluarga di Warakas ini.







