Solusiindonesia.com — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,5 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2) dini hari, dilaporkan mulai menimbulkan kerusakan bangunan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya laporan rumah ambruk dan kerusakan atap di beberapa wilayah terdampak.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa data kerusakan saat ini masih terus diverifikasi. Berdasarkan laporan awal, dampak paling signifikan terpantau di wilayah pusat gempa dan sekitarnya:
- Pacitan, Jawa Timur: Satu unit rumah dilaporkan ambruk total di Desa Ploso, Kecamatan Pacitan.
- Wonogiri, Jawa Tengah: Kerusakan pada bagian atap dan genteng rumah warga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Jatisrono.
“Hingga saat ini, kami masih terus menunggu laporan lebih lanjut mengenai dampak menyeluruh akibat gempa tersebut,” ujar Daryono dalam keterangan resminya.
Guncangan hebat pada Jumat dini hari ini dirasakan di wilayah yang sangat luas, mencakup dua provinsi besar hingga ke perbatasan Jawa Barat. Beberapa daerah yang melaporkan merasakan getaran antara lain:
- Jawa Timur: Malang, Blitar, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Trenggalek, dan Nganjuk.
- Jawa Tengah & DIY: Kulon Progo, Wonogiri, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Wonosobo, dan Banjarnegara.
- Jawa Barat: Getaran halus dilaporkan terasa hingga wilayah Cirebon.
Pasca gempa utama (mainshock) M 6,5, BMKG mencatat aktivitas seismik di selatan Jawa masih cukup tinggi. Hingga berita ini diturunkan, telah terjadi setidaknya 16 kali gempa susulan dengan kekuatan yang bervariasi.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta menghindari bangunan yang sudah retak atau mengalami kerusakan struktural akibat guncangan pertama.







