Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Peristiwa

Viral Pria Semprot Pelayan Roti’O karena Nenek Tak Bisa Bayar Tunai, Manajemen Minta Maaf

×

Viral Pria Semprot Pelayan Roti’O karena Nenek Tak Bisa Bayar Tunai, Manajemen Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Gerai Roti'O/Stock Photo

Solusuindonesia.com — Manajemen Roti’O akhirnya angkat bicara setelah sebuah video protes keras seorang pria mendadak viral di media sosial. Melalui pernyataan resmi pada Sabtu (20/12/2025), pihak Roti’O menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi terkait kendala transaksi di salah satu outlet mereka.

Kejadian ini bermula dari unggahan akun @arlius_zibua yang memperlihatkan seorang pria berkaos hitam memarahi pelayan toko. Pria tersebut tak terima karena seorang nenek diduga ditolak saat ingin membeli roti hanya karena tidak memiliki sistem pembayaran non-tunai atau QRIS.

Dengan nada tinggi, pria itu menegaskan bahwa uang tunai seharusnya tetap diterima sebagai alat pembayaran yang sah, apalagi bagi kalangan lansia yang mungkin tidak melek teknologi.

“Uang cash itu tetap harus kalian terima, masak harus QRIS? Nenek-nenek itu kan tidak ada QRIS-nya,” semprot pria tersebut dalam video yang memancing beragam reaksi netizen.

Situasi bahkan sempat memanas ketika seorang petugas keamanan mencoba menengahi, namun justru ikut diprotes oleh sang pria.

Menanggapi polemik tersebut, manajemen Roti’O menjelaskan bahwa penerapan sistem cashless dan penggunaan aplikasi sebenarnya bertujuan untuk memudahkan pelanggan serta memberikan berbagai promo menarik. Meski begitu, insiden ini menjadi tamparan keras bagi layanan pelanggan mereka.

Pihak manajemen mengaku saat ini sedang melakukan evaluasi internal secara menyeluruh agar sistem pembayaran ke depannya lebih inklusif dan tidak menyulitkan konsumen di lapangan.

Dalam cuplikan video tersebut, sang pria sempat mencoba membantu membelikan roti untuk sang nenek, meski akhirnya sang nenek memilih untuk tidak melanjutkan transaksinya.

Kini, Roti’O berjanji akan memperbaiki pola pelayanan demi menjaga kepercayaan masyarakat yang telah menjadi pelanggan setia mereka.

Image Slide 1