Solusiindonesia.com — Pemerintah Republik Islam Iran melalui Duta Besarnya untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan komitmen kuat untuk memperluas cakrawala kerja sama di sektor teknologi baru dengan Indonesia. Langkah ini menandai babak baru kemitraan strategis kedua negara yang fokus pada kemandirian inovasi.
Dalam wawancara khusus di Jakarta, Sabtu (14/2/2026), Dubes Boroujerdi mengungkapkan bahwa proses negosiasi antarperusahaan (B2B) kini tengah diupayakan. Fokus utama kerja sama ini mencakup transfer pengetahuan pada sektor-sektor krusial.
Iran menawarkan keunggulan kompetitif pada sejumlah bidang yang telah mereka kembangkan secara mandiri, di antaranya:
- Nanoteknologi & Bioteknologi: Pengembangan material skala atom dan inovasi hayati.
- Teknologi Kesehatan: Produksi peralatan medis canggih dan solusi farmasi.
- Energi Nuklir Damai: Pemanfaatan energi nuklir untuk kebutuhan sipil.
- Teknologi Pertanian: Optimalisasi ketahanan pangan melalui inovasi modern.
Salah satu poin menarik yang disoroti Boroujerdi adalah pemanfaatan teknologi pesawat tanpa awak atau drone. Selama ini, drone sering kali identik dengan aspek pertahanan, namun Iran mendorong penggunaan yang lebih luas untuk kepentingan ekonomi.
“Ada banyak sekali cara damai untuk menggunakan drone, terutama di bidang pertanian dan sektor ekonomi lainnya,” ujar Boroujerdi.
Dubes Boroujerdi menekankan bahwa teknologi yang ditawarkan Iran memiliki nilai unik karena dikembangkan secara mandiri. Selama hampir 47 tahun berada di bawah sanksi berat Amerika Serikat, Iran terpaksa berinovasi tanpa bergantung pada impor teknologi luar negeri.
“Rakyat Iran mampu memproduksi teknologi canggih dengan pengetahuan mereka sendiri. Kami siap berbagi pengetahuan ini melalui kerja sama sumber daya manusia dan transfer teknologi dengan Indonesia,” imbuhnya.
Sebagai langkah konkret, Kedutaan Besar Iran di Jakarta siap memfasilitasi pertemuan antara pelaku industri kedua negara. Rencana tindak lanjut akan dilakukan melalui:
- Webinar Strategis: Diskusi awal antara perusahaan Iran dan Indonesia.
- Pertukaran Delegasi: Kunjungan perwakilan perusahaan ke masing-masing negara untuk pembicaraan teknis.
- Fasilitasi Diplomatik: Kedubes Iran bertindak sebagai jembatan bagi perusahaan Indonesia yang berminat melakukan ekspansi teknologi.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas teknologi Indonesia, tetapi juga mempererat hubungan bilateral yang saling menguntungkan di tengah dinamika global.







