Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Donald Trump: Pasukan Amerika Tak Dikirim ke Ukraina, Bantuan Lewat Langit Jadi Opsi

×

Donald Trump: Pasukan Amerika Tak Dikirim ke Ukraina, Bantuan Lewat Langit Jadi Opsi

Sebarkan artikel ini
Donald Trump dan Volodymyr Zelenskyy / foto: instagram

Solusiindonesia.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan mengirimkan pasukan AS ke Ukraina sebagai jaminan keamanan bila tercapai kesepakatan damai dengan Rusia terkait perang di negara tersebut.

mengutip dari Al Jazeera, saat Donald Tump melakukan wawancara bersama Fox News, ia ditanya mengenai jaminan bahwa pasukan Amerika tidak akan dikerahkan untuk menjaga perbatasan Ukraina. Selasa, (19/08/2025)

Trump menjawab, “Anda mendapatkan jaminan saya, dan saya presiden. Saya hanya berusaha mencegah orang-orang terbunuh.”

Donald Trump juga menyebut negara-negara Eropa siap menurunkan pasukan demi memperkuat keamanan Ukraina. Namun, Amerika Serikat menurutnya hanya akan terlibat lewat dukungan “melalui udara”.

“Kami bersedia membantu mereka dengan berbagai hal, terutama, mungkin jika Anda berbicara tentang pengiriman melalui udara, karena tidak ada negara lain yang memiliki barang seperti yang kami miliki,” kata Trump dalam program Fox & Friends.

“Saya rasa itu tidak akan menjadi masalah,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan pasukan AS tidak akan dilibatkan dalam kesepakatan damai antara Moskow dan Kyiv.

Washington hanya akan membantu lewat “koordinasi” dan “mungkin memberikan cara lain untuk menjamin keamanan”.

Komentar Trump muncul sehari setelah ia menerima kedatangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan para pemimpin tinggi Eropa di Gedung Putih dalam upaya nya untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung selama tiga tahun.

Meskipun Trump telah mengisyaratkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat menyetujui pengerahan pasukan Barat di Ukraina untuk menegakkan kesepakatan damai, Moskow telah berulang kali menolak gagasan tersebut.(*)