Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Serangan Israel ke Gaza Tewaskan Puluhan Warga, Rumah Sakit Jadi Sasaran

×

Serangan Israel ke Gaza Tewaskan Puluhan Warga, Rumah Sakit Jadi Sasaran

Sebarkan artikel ini
korban dari serangan Israel di rumah sakit al-Shifa / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Pasukan Militer Israel kembali menggempur Jalur Gaza dengan serangan udara dan darat. Serangan tersebut menargetkan beberapa rumah sakit yang masih berfungsi.

Gempuran ini menambah panjang daftar korban sipil di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.

Mengutip dari Al Jazeera, Pejabat medis setempat melaporkan sedikitnya 83 warga Palestina meninggal dunia akibat serangan tersebut. Kamis (18/09/2025).

Dari jumlah itu, 15 orang tewas di luar rumah sakit al-Shifa dan 4 orang lainnya meninggal di dekat rumah sakit al-Ahli setelah rudal Israel menghantam area sekitarnya.

Serangan dari Israel juga menghantam rumah sakit anak al-Rantisi yang merawat pasien anak-anak. Menurut Menteri Timur Tengah Inggris, Hamish Falconer, serangan itu sangat mengerikan karena menyasar bayi dalam inkubator dan anak-anak yang tengah menjalani dialisis.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut rumah sakit tersebut terkena tiga kali serangan yang memaksa 40 pasien mengungsi, sementara 40 pasien lain bersama staf medis masih terjebak di dalam gedung.

Kelompok Hamas mengecam keras serangan Israel dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang nyata.” Hamas menegaskan serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah laporan baru PBB dirilis, yang mendokumentasikan tindakan genosida terhadap warga Palestina.

Menurut Hamas, Israel secara terang-terangan menantang hukum internasional dan mengabaikan suara komunitas global.

Sementara itu, organisasi kemanusiaan Dokter Lintas Batas (MSF) mengumumkan salah satu anggotanya, Hussein Alnajjar seorang perawat dan ayah tiga anak tewas akibat pecahan peluru setelah serangan di dekat tenda pengungsinya. Alnajjar telah bertugas di klinik MSF di Deir el-Balah dan Khan Younis sejak awal 2024.

Laporan investigasi PBB yang terbit awal pekan ini menegaskan tindakan Israel di Gaza sebagai bentuk genosida. Salah satu temuan menyoroti penghancuran pusat IVF Al Basma, yang mengakibatkan hilangnya 4.000 embrio serta 1.000 sampel sperma dan sel telur.

PBB menyebut aksi itu sebagai upaya sistematis untuk mencegah kelahiran warga Palestina, sesuai definisi genosida dalam Konvensi 1948.

Dalam laporan yang sama, PBB menggambarkan pola serangan Israel sebagai bentuk “medicicide” strategi penghancuran fasilitas kesehatan dan pembunuhan tenaga medis yang bertujuan melumpuhkan sistem kesehatan Gaza. Dari total korban 83 orang, 61 di antaranya tercatat di Kota Gaza.

Wilayah itu masih menjadi fokus operasi darat Israel sejak menyetujui rencana perebutan kota pada Agustus lalu, yang terus memicu gelombang baru pengungsian dan penderitaan warga sipil.