Solusiindonesia.com — Dunia jagat maya kembali diguncang kabar mengejutkan dari pasangan yang selama ini dianggap sebagai relationship goals nasional. Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akhirnya angkat bicara terkait keretakan rumah tangganya dengan Atalia Praratya.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (23/12/2025) malam, sosok yang akrab disapa Kang Emil ini tidak lagi membagikan pantun jenaka atau progres pembangunan kota. Kali ini, ia tampil dengan nada rendah hati—atau mungkin terlalu rendah—dengan mengakui segala “kekhilafan” yang ia timbun selama 29 tahun pernikahan.
Setelah digugat cerai oleh sang istri, Kang Emil tampaknya memilih jalur “ksatria yang mengakui kekalahan”. Dalam pernyataan tertulisnya, ia secara terbuka menyebut bahwa perpisahan ini adalah jalan bagi Atalia untuk menemukan kebahagiaan yang selama ini mungkin “terhambat” oleh kehadirannya.
“Dari hati saya yang terdalam, dengan ini saya menghaturkan permohonan maaf kepada semua pihak… perpisahan ini adalah hak beliau untuk bahagia dalam hidupnya tanpa ada saya di dalamnya,” tulis pria yang dikenal sebagai arsitek ini.
Selama menjabat, Kang Emil sering membagikan momen romantis yang membuat jomblo se-Indonesia meronta-ronta. Namun, unggahan terbarunya seolah merobohkan citra tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh kesalahan dalam drama rumah tangga ini sepenuhnya ada di pundaknya.
Bukan hanya kepada Atalia, Kang Emil juga “mengabsen” daftar permintaan maafnya mulai dari anak-anak, sang ibunda, hingga masyarakat luas yang merasa terganggu oleh kegaduhan privasi ini. Seolah ingin menutup buku dengan bersih, ia berharap diberikan kesempatan untuk “rehab” diri menjadi pribadi yang lebih baik—meski tanpa pendamping yang selama ini menemaninya naik-turun tangga politik.
Gugatan cerai Atalia Praratya terhadap Ridwan Kamil menjadi pengingat pahit bahwa kemesraan di media sosial tidak selalu berbanding lurus dengan ketenangan di ruang tamu.
Kini, publik hanya bisa menonton babak akhir dari perjalanan 29 tahun yang berakhir di meja hijau itu.








