Solusiindonesia.com — Teka-teki mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan posisi vokalis di raksasa metal asal Bandung, Burgerkill, akhirnya terjawab secara dramatis. Tepat pada 1 Februari 2026, Vicky Mono resmi diumumkan kembali sebagai frontman Burgerkill, mengakhiri spekulasi panjang yang sempat menyelimuti skena musik ekstrem tanah air.
Pengumuman bersejarah ini justru datang pertama kali melalui pernyataan resmi rekan sejawat mereka, Deadsquad. Band technical death metal tersebut secara terbuka mendukung keputusan Vicky untuk kembali ke “rumah” lamanya demi memenuhi kerinduan para Begundal (sebutan fans Burgerkill).
Melalui unggahan di akun media sosial resminya, Deadsquad menyatakan bahwa kepulangan Vicky ke Burgerkill adalah langkah besar bagi ekosistem musik keras Indonesia.
“Kami menetapkan 1 Februari 2026 sebagai momentum menghormati permintaan pribadi Vicky Mono untuk kembali ke Burgerkill. Ini bukan perpisahan, melainkan bagian dari perjalanan besar keluarga besar Deadsquad,” tulis pernyataan tersebut.
Bersamaan dengan restu tersebut, Deadsquad juga memperkenalkan amunisi baru mereka. Posisi vokalis yang ditinggalkan Vicky kini resmi diisi oleh Awan Graham, yang sebelumnya dikenal lewat kiprahnya bersama band KVNA.
Sinyal kembalinya Vicky sebenarnya sudah terendus sejak Burgerkill mengumumkan akan ada kejutan besar di awal Februari. Jawaban tersebut tuntas diberikan dalam konser bertajuk ‘Kontinum Unleashed The Uprising’ yang digelar di Braga Sky, Bandung, pada Minggu (1/2/2026).
Momen ini sekaligus menandai babak baru bagi Burgerkill setelah beberapa waktu lalu mereka resmi berpisah dengan vokalis sebelumnya, Ronald A. Radja Haba.
Meski tengah berada dalam fase transisi vokalis, Deadsquad tidak mengendurkan aktivitasnya. Saat ini, Daniel Mardhany dkk tengah menjalani tur di Taiwan, menyapa para metalhead Indonesia di wilayah:
- Taichung
- Taipei
- Kaohsiung
Dukungan penuh dari para Pasukan Mati (fans Deadsquad) diharapkan mampu memperkuat formasi baru bersama Awan Graham agar tetap konsisten di jalur musik ekstrem selamanya.








