Solusiindonesia.com –Dunia musik Tanah Air kembali kedatangan salah satu maestro literasi dan melodi, Dee Lestari. Setelah hampir dua dekade atau tepatnya 17 tahun vakum sebagai penyanyi solo, penulis novel Supernova ini resmi merilis karya terbarunya bertajuk “(Jangan) Jatuh Cinta”.
Single ini menjadi pembuka jalan bagi album ketiga Dee yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat. Bukan sekadar lagu, karya ini menjadi penanda kembalinya sang “Dewi” ke panggung setelah sekian lama lebih aktif di balik layar dan dunia penerbitan.
Pertarungan Logika vs Hati
Dalam keterangannya, Dee mengungkapkan bahwa “(Jangan) Jatuh Cinta” memotret fenomena batin yang relevan bagi banyak orang: konflik antara rasio dan perasaan.
“Perasaan tak bisa dikemudikan. Sebab, siapalah kita di hadapan cinta? Pada akhirnya, jatuh cinta akan terjadi meski tak selalu diharapkan, bahkan di kondisi yang tidak ideal sekalipun,” ujar Dee dengan puitis.
Lagu ini menggambarkan bagaimana logika berusaha memproteksi diri agar tidak tersakiti, sementara hati tetap menyuarakan kejujurannya sendiri.
Kolaborasi Musisi Papan Atas
Untuk menghidupkan nuansa lagunya, Dee menggandeng dua nama besar di industri musik masa kini:
- Rendy Pandugo sebagai arranger.
- Teddy Adhitya sebagai vocal director.
Hasilnya? Sebuah komposisi musik yang warm (hangat), kaya akan lapisan instrumen gitar, serta harmoni vokal yang diklaim akan membius sekaligus “membelai” telinga para pendengar.
Perjalanan Karier: Dari RSD hingga Belakang Layar
Nama Dee Lestari pertama kali meroket melalui trio Rida Sita Dewi (RSD). Setelah grup tersebut vakum, ia sukses besar sebagai novelis lewat karya-karya ikonik seperti Perahu Kertas, Aroma Karsa, hingga seri Supernova.
Karier solonya sendiri sempat menelurkan album Out of Shell (2006) dan proyek hibrida buku-musik Rectoverso (2007). Selama belasan tahun terakhir, ia lebih banyak “menghibahkan” sentuhan emasnya untuk penyanyi lain seperti Raisa, Marcell, hingga Iwan Fals.
Titik Balik di Tahun 2024
Keputusan untuk kembali bernyanyi ternyata lahir dari sebuah momen personal yang mendalam. Kepergian sang ayah di tahun 2024 menjadi titik balik. Saat berduka dan menyendiri, Dee menemukan kesembuhan lewat bernyanyi.
“Hatinya terasa hidup lagi,” tulis penggalan kisahnya. Frekuensi bernyanyi yang rutin setiap malam akhirnya memantapkan niatnya untuk kembali masuk dapur rekaman pada 2025.
Sebagai pemanasan, Dee sebelumnya telah menggelar showcase eksklusif bertajuk “Bocor Tipis” di Jakarta dan Yogyakarta. Single terbaru ini diharapkan menjadi kado manis bagi para penggemar setianya yang telah rindu akan karakter vokalnya yang khas.








