Solusiindonesia.com — Angkatan Udara Israel melancarkan serangkaian serangan ke wilayah Lebanon selatan dan timur salah satu serangan paling signifikan menghantam Kota Sidon, kota terbesar ketiga di Lebanon, dan meratakan sebuah bangunan komersial bertingkat. pada Senin hingga Selasa(06/01/2026) dini hari
Dikutip dari AP News, serangan yang terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat itu menghancurkan bangunan komersial tiga lantai di distrik pesisir selatan Sidon. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum komandan militer Lebanon dijadwalkan memberikan laporan kepada pemerintah terkait misi pelucutan senjata Hizbullah di wilayah perbatasan dengan Israel.
Seorang fotografer Associated Press di lokasi melaporkan bahwa kawasan yang terdampak merupakan area komersial yang dipenuhi bengkel serta tempat perbaikan kendaraan. Bangunan yang dihantam diketahui tidak berpenghuni saat serangan terjadi.
Meski demikian, setidaknya satu orang dilaporkan telah dievakuasi menggunakan ambulans dari lokasi kejadian. Tim penyelamat masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun reruntuhan, meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Pada hari yang sama, militer Israel juga melancarkan serangan ke sejumlah titik di Lebanon selatan dan timur. Israel mengklaim lokasi-lokasi tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan infrastruktur milik kelompok militan Hizbullah dan Hamas.
Serangan itu terjadi hampir dua jam setelah juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, mengeluarkan peringatan melalui platform X. Ia menyebut militer Israel akan menargetkan fasilitas Hizbullah dan Hamas di dua desa di Lembah Bekaa serta dua desa lainnya di Lebanon selatan. Namun, serangan ke Sidon tidak termasuk dalam peringatan tersebut dan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari militer Israel terkait serangan itu.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa salah satu rumah yang diserang di desa Manara, Lembah Bekaa, merupakan milik Sharhabil al-Sayed, komandan militer Hamas yang tewas dalam serangan pesawat nirawak Israel pada Mei 2024. Wilayah tersebut telah dievakuasi sebelumnya sehingga tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut serangan pesawat nirawak Israel terhadap sebuah kendaraan di desa Braikeh, Lebanon selatan, melukai dua orang. Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan dua anggota Hizbullah.
Serangan-serangan ini terjadi di tengah upaya pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah dan kelompok bersenjata Palestina lainnya. Pemerintah menargetkan seluruh wilayah selatan Sungai Litani bebas dari kehadiran bersenjata pada akhir 2025. Isu ini dijadwalkan dibahas dalam rapat pemerintah pada Kamis mendatang, yang akan dihadiri Panglima Angkatan Darat Lebanon, Jenderal Rudolph Haikal.








