Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Ratusan Tewas, Iran Umumkan Berkabung di Tengah Eskalasi Protes

×

Ratusan Tewas, Iran Umumkan Berkabung di Tengah Eskalasi Protes

Sebarkan artikel ini
Aksi protes di ibu kota Iran pada Kamis (08/01/2025) malam / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Kerusuhan di Iran terus meluas dan menelan ratusan korban jiwa. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari setelah sekitar 500 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang protes yang berlangsung hampir dua pekan terakhir.

Pengumuman berkabung tersebut disampaikan pemerintah Iran, dalam pernyataannya, pemerintah menyebut para korban tewas sebagai “martir gerakan perlawanan nasional Iran melawan Amerika Serikat dan rezim Zionis”.pada Minggu (11/1/2026) waktu setempat.

Televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), menyebut kekerasan terjadi akibat aksi kelompok yang dituding sebagai “teroris kriminal perkotaan”. IRIB mengklaim kelompok tersebut melancarkan serangan terhadap warga sipil, anggota Basij, serta pasukan keamanan, sehingga memicu tingkat kekerasan yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

Kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, HRANA, melaporkan lebih dari 100 anggota pasukan keamanan Iran tewas sejak protes dimulai. Selain itu, sekitar 500 demonstran dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 10.000 orang ditangkap dalam 15 hari terakhir.

Pemerintah Iran juga menyerukan mobilisasi nasional. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajak masyarakat turun ke jalan pada Senin (12/1) dalam pawai nasional untuk mengecam kekerasan yang menurut Teheran didalangi Amerika Serikat dan Israel.

Seruan tersebut disampaikan melalui televisi pemerintah. Pezeshkian meminta rakyat Iran berpartisipasi dalam apa yang disebut sebagai “pawai perlawanan nasional” untuk menentang aksi kelompok yang dilabeli pemerintah sebagai “penjahat teroris perkotaan”.

Demonstrasi di Iran diketahui bermula pada akhir Desember lalu sebagai respons terhadap krisis mata uang. Namun, aksi tersebut kemudian berkembang menjadi protes besar-besaran dengan tuntutan perubahan mendasar terhadap sistem pemerintahan yang dianggap otoriter.

Pejabat Iran sebelumnya telah mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap para demonstran. Laporan kelompok HAM menyebut puluhan demonstran tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan pemerintah tidak akan mundur dalam menghadapi gelombang protes berskala besar tersebut.