Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Masalah Kelistrikan Paksa Pesawat Kepresidenan AS Kembali ke Pangkalan; Donald Trump Tetap Bertolak ke Davos

×

Masalah Kelistrikan Paksa Pesawat Kepresidenan AS Kembali ke Pangkalan; Donald Trump Tetap Bertolak ke Davos

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Donald Trump di dalam pesawat kepresidenan AS. Foto: Tangkapan layar Instagram

Solusiindonesia.com — Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One (AF1), terpaksa melakukan pendaratan kembali di Pangkalan Gabungan Andrews tak lama setelah lepas landas pada Selasa waktu setempat. Keputusan ini diambil setelah kru pesawat mengidentifikasi adanya gangguan teknis dalam penerbangan menuju Davos, Swiss.

Gangguan Teknis di Udara
Pihak Gedung Putih mengonfirmasi bahwa insiden tersebut dipicu oleh masalah kelistrikan skala kecil. Menurut laporan reporter yang berada di dalam kabin pers, sempat terjadi pemadaman lampu sesaat setelah pesawat mengudara.

“Sebagai langkah pencegahan, AF1 kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews. Presiden dan tim akan segera berpindah ke pesawat cadangan untuk melanjutkan perjalanan menuju Swiss,” tulis pernyataan resmi Gedung Putih.

Agenda Krusial di Forum Ekonomi Dunia (WEF)
Meski sempat tertunda, Donald Trump dijadwalkan tetap memberikan pidato di hadapan para pemimpin dunia dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada Rabu sore. Selain isu ekonomi global, kunjungan ini membawa tensi diplomatik yang tinggi terkait ambisi wilayah Amerika Serikat.

Beberapa poin panas yang diprediksi akan dibahas meliputi:

  • Akuisisi Greenland: Trump berencana membahas niatnya membeli wilayah Greenland dari Denmark, sebuah isu yang memicu ketegangan dengan anggota NATO.
  • Ancaman Tarif: Presiden AS tersebut mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara Eropa bulan depan jika kesepakatan terkait Greenland menemui jalan buntu.

Respon Keras Uni Eropa dan Prancis
Rencana Trump tersebut tidak disambut baik oleh sekutu transatlantiknya. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam pidatonya di Davos pada hari Selasa, secara terbuka mengecam sikap Trump. Macron menyebut ancaman tersebut sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima” dan menegaskan bahwa Uni Eropa tidak akan membiarkan diri mereka “dilemahkan atau ditundukkan.”

Sebagai bentuk perlawanan, para pejabat Uni Eropa dikabarkan tengah menyiapkan langkah balasan (retaliasi). Opsi yang dipertimbangkan mencakup:

  • Mengaktifkan kembali tarif yang sebelumnya ditangguhkan terhadap produk-produk asal AS.
  • Membatasi akses perusahaan Amerika Serikat di pasar tunggal blok Eropa.
    Insiden teknis pesawat ini seolah menjadi pembuka yang dramatis bagi diplomasi tingkat tinggi yang penuh tekanan antara Washington dan Brussels di pegunungan Alpen minggu ini.

Image Slide 1