Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Serangan Israel Kembali Guncang Lebanon Meski Ada Kesepakatan Gencatan Senjata

×

Serangan Israel Kembali Guncang Lebanon Meski Ada Kesepakatan Gencatan Senjata

Sebarkan artikel ini
Israel serang Lebanon / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon dan perbatasan Suriah-Lebanon pada Rabu(21/01/2026), dengan alasan menyasar jalur penyelundupan senjata Hizbullah.

Mengutip dari Al Jazeera, militer Israel menyatakan telah menyerang empat titik penyeberangan yang disebut digunakan untuk transfer persenjataan kelompok tersebut

Serangan terbaru ini terjadi setelah rangkaian serangan Israel di Lebanon selatan yang menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai hampir 20 orang. Aksi militer tersebut berlangsung meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah diberlakukan sejak 2024 untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hizbullah, yang menurut Lebanon kerap dilanggar oleh Israel.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan tersebut dan menilai Israel terus melakukan eskalasi yang membahayakan warga sipil.

“Sekali lagi, Israel mengejar kebijakan agresi sistematis dengan melakukan serangan udara terhadap desa-desa berpenduduk di Lebanon, dalam eskalasi berbahaya yang secara langsung menargetkan warga sipil,” kata Aoun dalam pernyataan pada Rabu(21/01) malam.

Ia menambahkan bahwa serangan berulang itu menunjukkan penolakan Israel untuk mematuhi kewajibannya dalam perjanjian penghentian permusuhan.

“Perilaku agresif yang berulang ini menegaskan kembali penolakan Israel untuk mematuhi kewajibannya yang timbul dari perjanjian penghentian permusuhan,” ujar Aoun.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 19 orang terluka akibat serangan udara Israel di kota Qanarit, Lebanon selatan. Kantor Berita Nasional Lebanon menyebut pesawat tempur Israel membombardir sejumlah desa dan kota, termasuk al-Kharayeb, al-Ansar, Qanarit, Kfour, dan Jarjouh, setelah militer Israel mengeluarkan peringatan serangan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan dua korban tewas akibat serangan terpisah terhadap kendaraan di kota Zahrani, distrik Sidon, serta di Bazuriyeh, distrik Tyre.

Koresponden AFP melaporkan sebuah mobil hangus di jalan utama Sidon dengan puing-puing berserakan di sekitar lokasi. Seorang fotografer AFP dilaporkan mengalami luka ringan bersama dua jurnalis lainnya saat meliput serangan besar-besaran di Qanarit.

Militer Israel melalui pernyataan di media sosial menyebut pihaknya menargetkan empat pos di perbatasan Suriah-Lebanon yang digunakan untuk “transfer senjata”. Israel juga mengklaim telah “menghilangkan” seorang penyelundup senjata utama Hizbullah di wilayah Sidon.

Militer Lebanon mengecam serangan tersebut dan menyebut pengeboman bangunan serta rumah warga sipil sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon” dan kesepakatan gencatan senjata. Menurut militer Lebanon, serangan Israel juga menghambat upaya untuk menjalankan rencana perlucutan senjata Hizbullah sebagaimana diatur dalam perjanjian gencatan senjata.

Di sisi lain, Hizbullah menolak seruan untuk menyerahkan persenjataannya selama serangan Israel terus berlanjut. Menurut perhitungan AFP, lebih dari 350 orang telah tewas di Lebanon sejak gencatan senjata ditandatangani pada November 2024.

Image Slide 1