Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Iran Tuduh AS dan Israel Dalangi Kerusuhan Domestik, Klaim Situasi Mulai Kondusif

×

Iran Tuduh AS dan Israel Dalangi Kerusuhan Domestik, Klaim Situasi Mulai Kondusif

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar video chaos demonstran di Iran. Foto: Tangkapan layar Instagram

Solusiindonesia.com — Pemerintah Iran secara resmi melayangkan protes keras kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik gelombang unjuk rasa yang berujung kerusuhan di negara tersebut.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Wakil Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengecam intervensi asing yang dianggap melanggar hukum internasional. Iravani menegaskan bahwa Washington telah melakukan tindakan tidak bertanggung jawab dengan memicu hasutan dan kekerasan di dalam negeri Iran.

Menurut Iravani, eskalasi yang terjadi merupakan hasil dari dorongan disengaja oleh AS dan rezim Israel untuk menciptakan ketidakstabilan. Ia menyoroti bagaimana aksi yang awalnya merupakan penyampaian pendapat secara damai, berubah menjadi aksi vandalisme yang destruktif.

“Kami mengecam keras tindakan AS yang terus mencampuri urusan dalam negeri Iran melalui ancaman dan dorongan terhadap kekerasan,” tulis Iravani dalam dokumen tersebut.

Gelombang protes ini dipicu oleh persoalan ekonomi yang menghimpit warga sipil. Melemahnya nilai tukar Rial Iran secara drastis sejak akhir Desember telah menyebabkan lonjakan harga barang pokok, baik di tingkat grosir maupun eceran. Kondisi ini memicu kemarahan publik yang merasa daya belinya tergerus tajam.

Di sisi lain, mantan Presiden AS Donald Trump memberikan respons keras terhadap situasi ini. Trump memperingatkan otoritas Iran bahwa Washington akan memberikan sanksi atau tindakan yang “sangat keras” jika terjadi pembunuhan terhadap pengunjuk rasa.

Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, melaporkan adanya kerusakan masif pada fasilitas publik dan milik warga. Serangan yang terjadi pada 8 Januari lalu menyasar:

  • Fasilitas aparat keamanan.
  • Pembakaran armada bus dan mobil pemadam kebakaran.
  • Perusakan serta penyerangan terhadap sejumlah bank.

Meski televisi pemerintah mengonfirmasi adanya korban jiwa, rincian mengenai jumlah dan identitas korban belum dirilis secara resmi. Namun, per Jumat malam, juru bicara Kepolisian Iran Saeed Montazer Al-Mahdi mengklaim bahwa situasi di seluruh negeri telah kembali terkendali.

Terlepas dari klaim kondusivitas oleh pihak keamanan, laporan dari lapangan menggambarkan situasi yang jauh lebih mencekam. Ketegangan memuncak ketika suara tembakan mulai terdengar di tengah kerumunan massa.

Saksi mata melaporkan adanya penembakan yang diarahkan kepada demonstran saat bentrokan pecah di beberapa titik krusial.

Kejadian ini memicu kekacauan (chaos) massal; para pengunjuk rasa kocar-kacir menyelamatkan diri sementara sebagian lainnya membalas dengan lemparan batu dan pembakaran barikade jalanan.

Suasana mencekam menyelimuti pusat kota saat asap hitam dari kendaraan yang terbakar membumbung tinggi di tengah kepungan aparat keamanan.

Image Slide 1