Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Pernyataan Trump Soal NATO di Afghanistan Picu Kemarahan Inggris

×

Pernyataan Trump Soal NATO di Afghanistan Picu Kemarahan Inggris

Sebarkan artikel ini
Presiden Donald Trump di World Economic Forum (WEF) Davos / foto: tangkapan layar

Solusiindonesia.com — Hubungan diplomatik antara Inggris dan Amerika Serikat memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial terkait peran pasukan NATO di Afghanistan. Pemerintah Inggris bereaksi keras terhadap klaim Trump yang menyebut tentara sekutu tidak berada di garis depan pertempuran.

Dalam wawancara dengan Fox News yang disiarkan Kamis lalu, Trump menyatakan bahwa negara-negara NATO hanya memberikan bantuan minimal. “Mereka agak di belakang, sedikit di luar garis depan,” ujar Trump, sembari meragukan komitmen NATO untuk membantu AS di masa depan.

Pernyataan tersebut dinilai mengabaikan data sejarah yang nyata. Berdasarkan data resmi pemerintah Inggris, tercatat 457 tentara Inggris tewas dalam konflik Afghanistan sejak serangan 11 September 2001. Dari jumlah tersebut, 405 di antaranya gugur akibat aksi langsung musuh di medan tempur.

Keterlibatan Inggris bukan sekadar dukungan moral. Inggris merupakan sekutu utama yang langsung bergerak setelah AS mengaktifkan Pasal 5 NATO (klausul pertahanan kolektif)—satu-satunya momen dalam sejarah pasal tersebut diaktifkan.

Menteri Kesehatan Inggris, Stephen Kinnock, menyebut komentar Trump “jelas salah” dan “sangat mengecewakan.” Ia menegaskan bahwa Perdana Menteri Keir Starmer kemungkinan besar akan membawa masalah ini langsung ke hadapan Trump.

“Apa yang dia katakan tidak masuk akal. Faktanya, satu-satunya saat Pasal 5 diaktifkan adalah untuk membantu Amerika Serikat setelah 11 September,” tegas Kinnock kepada Sky News.

Nada lebih tajam datang dari Emily Thornberry, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Inggris. Ia menyebut pernyataan Trump sebagai penghinaan terhadap keluarga korban.

“Ini penghinaan mutlak terhadap 457 keluarga yang kehilangan orang tercinta. Beraninya dia mengatakan kita tidak di garis depan,” ujar Thornberry.

Untuk memberikan konteks yang adil, berikut adalah perbandingan korban jiwa selama misi di Afghanistan:

NegaraPerkiraan Jumlah Korban Jiwa
Amerika Serikat> 2.400 personel
Inggris457 personel
Sekutu NATO LainnyaRatusan (Termasuk Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dll)

Komentar Trump ini dikhawatirkan dapat merenggangkan soliditas internal NATO, terutama di tengah ketegangan geopolitik global yang masih tinggi pada awal tahun 2026 ini.

Image Slide 1