Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Anthony Albanese Kecam Pernyataan Donald Trump Terkait Peran Pasukan Australia di Afghanistan

×

Anthony Albanese Kecam Pernyataan Donald Trump Terkait Peran Pasukan Australia di Afghanistan

Sebarkan artikel ini
PM Australia Anthony Albanese. Foto: Tangkapan layar video Instagram

Solusiindonesia.com — Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dinilai meremehkan kontribusi pasukan koalisi non-AS selama konflik di Afghanistan.
Albanese menegaskan bahwa komentar tersebut “sama sekali tidak dapat diterima.”

Ketegangan diplomatik ini bermula dari wawancara Trump di Fox News, di mana ia menyebut bahwa pasukan NATO dan sekutu lainnya hanya mengirim “sedikit pasukan” dan cenderung “berada di belakang garis depan.”

Melukai Perasaan Keluarga Veteran
Dalam program Insiders di saluran ABC, Minggu (25/1/2026), Albanese menyoroti dampak emosional dari pernyataan tersebut bagi para veteran dan keluarga korban yang gugur.

“Sebanyak 47 keluarga Australia akan merasa terluka oleh komentar ini. Mereka berhak mendapatkan rasa hormat dan kekaguman penuh dari kita semua,” ujar Albanese sebagaimana dikutip dari AFP.

Ia juga memaparkan data kontribusi Australia selama perang berlangsung:

  • 40.000 personel: Jumlah warga Australia yang bertugas di Afghanistan.
  • Garis Depan: Albanese menegaskan pasukan Australia berada di garda depan demi membela demokrasi dan kepentingan nasional.
  • Pengorbanan Nyata: Penegasan bahwa dedikasi prajurit Australia tidak boleh dipandang sebelah mata.

Menyusul gelombang kemarahan dari para pemimpin dunia, termasuk kecaman “mengerikan” dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Donald Trump tampak melunakkan posisinya. Melalui platform Truth Social, Trump segera memberikan klarifikasi yang secara khusus memuji militer Inggris.

“Prajurit hebat dan berani dari Inggris Raya akan selalu bersama AS! Di Afghanistan, 457 dari mereka gugur… mereka adalah pejuang terhebat,” tulis Trump dalam unggahannya.

Menanggapi perubahan sikap Trump yang belakangan mulai mengakui peran sekutu, Albanese menilai hal tersebut sebagai pengakuan yang memang seharusnya diberikan sejak awal. Meskipun Trump telah menunjukkan posisi yang berbeda dalam unggahan terbarunya, Albanese tetap pada pendiriannya bahwa pernyataan awal Trump sangat tidak pantas.

“Komentar sebelumnya sama sekali tidak tepat dan tidak bisa diterima,” pungkas sang Perdana Menteri.

Image Slide 1