Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 12 Warga Sipil

×

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 12 Warga Sipil

Sebarkan artikel ini
Pemakaman Direktur RS Indonesia di Gaza. Foto: Reuters

Solusiindonesia.com — Situasi di Jalur Gaza kembali memanas setelah serangkaian serangan militer Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang pada Minggu (15/2). Insiden ini memicu kekhawatiran baru atas kelangsungan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Dilansir AFP, Senin (16/2), meskipun kesepakatan damai tersebut telah memasuki fase kedua sejak bulan lalu, eskalasi kekerasan justru terus meningkat di berbagai titik wilayah Palestina.

Menurut laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza, serangan terjadi di dua titik utama yang padat penduduk. Serangan udara pertama menghantam area pengungsian di Jabalia, Gaza Utara, yang mengakibatkan lima orang tewas di lokasi kejadian.

Di waktu yang hampir bersamaan, lima korban jiwa lainnya dilaporkan jatuh dalam serangan terpisah di Khan Yunis, wilayah selatan Gaza, saat warga masih terlelap.

“Israel tidak memahami arti gencatan senjata atau perdamaian. Warga dibunuh saat mereka sedang tidur,” ujar Osama Abu Askar, salah satu kerabat korban dalam serangan di Jabalia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari otoritas kesehatan dan tim penyelamat di lapangan, berikut adalah rincian korban terbaru:

  • Jabalia (Utara): 5 orang tewas akibat serangan udara di tenda pengungsi.
  • Khan Yunis (Selatan): 5 orang tewas dalam serangan fajar.
  • Kota Gaza: 1 orang tewas akibat penembakan artileri.
  • Beit Lahia: 1 orang tewas akibat tembakan pasukan darat.

Pihak Rumah Sakit Al-Shifa dan Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi telah menerima setidaknya tujuh jenazah dari lokasi kejadian, sementara belasan lainnya luka-luka masih dalam penanganan medis.

Hingga saat ini, meskipun upaya diplomatik terus dilakukan oleh mediator internasional, realita di lapangan menunjukkan kondisi yang kontradiktif. Pelanggaran gencatan senjata ini menambah daftar panjang korban sipil di tengah krisis kemanusiaan yang semakin mencekam di Gaza.

Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak militer Israel terkait alasan operasional serangan terbaru di zona-zona pengungsian tersebut.