Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Syarat Mati Netanyahu untuk Kesepakatan Nuklir AS-Iran: Lucuti Pengayaan Uranium hingga Masalah Rudal

×

Syarat Mati Netanyahu untuk Kesepakatan Nuklir AS-Iran: Lucuti Pengayaan Uranium hingga Masalah Rudal

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerima kunjungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida, Senin (29/12/2025). Foto: Instagram @b.netayahu

Solusiindonesia.com — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara tegas menetapkan standar tinggi bagi Amerika Serikat (AS) dalam melanjutkan negosiasi nuklir dengan Iran. Menjelang putaran kedua perundingan di Jenewa, Netanyahu menuntut agar Teheran tidak hanya menghentikan aktivitas nuklirnya, tetapi juga melucuti seluruh infrastruktur pengayaan uranium mereka.

Pernyataan keras ini muncul saat Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertolak menuju Swiss untuk bertemu delegasi AS pada Selasa (17/2/2026).

Dalam pidatonya di Yerusalem, Netanyahu menggarisbawahi tiga elemen non-negosiasi yang harus ada dalam kesepakatan apa pun antara Washington dan Teheran:

  • Pembersihan Stok Uranium: Seluruh pasokan material nuklir yang telah diperkaya harus dibawa keluar dari wilayah Iran tanpa terkecuali.
  • Pembongkaran Infrastruktur: Menghapus kemampuan pengayaan dengan membongkar peralatan serta infrastruktur teknis Iran.
  • Resolusi Rudal Balistik: Memasukkan poin pengendalian program rudal balistik Iran ke dalam perjanjian.

“Harus ada inspeksi yang nyata dan substantif, bukan sekadar prosedur formalitas. Ini adalah elemen krusial untuk mencapai kesepakatan yang efektif,” tegas Netanyahu di hadapan konferensi organisasi Yahudi Amerika, Minggu (15/2).

Di balik meja diplomasi, bayang-bayang aksi militer tetap mengintai. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah memberikan “lampu hijau” kepada Israel. Jika diplomasi di Jenewa menemui jalan buntu, Trump dikabarkan siap mendukung serangan Israel terhadap situs rudal balistik Iran.

Komitmen ini kabarnya disampaikan langsung dalam pertemuan empat mata di Florida pada Desember tahun lalu dan dipertegas kembali dalam pembicaraan awal bulan ini.

Hubungan AS-Iran kembali memanas menyusul tindakan represif Teheran terhadap demonstran bulan lalu, yang memicu pengerahan gugus tempur kapal induk AS ke Timur Tengah.

Negosiasi di Jenewa ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan di Muscat, Oman, pada 6 Februari lalu. Upaya diplomasi ini sempat terhenti cukup lama akibat konfrontasi militer terbuka antara Israel dan Iran pada Juni 2025, yang meninggalkan ketidakpastian besar atas nasib 400 kilogram cadangan uranium Iran berkadar 60 persen.