Scroll untuk melanjutkan berita!
Iklan di Solusiindonesia.com
Internasional

Ketegangan Global: Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS-Israel

×

Ketegangan Global: Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS-Israel

Sebarkan artikel ini
Tangkapan video rudal Israel serang jantung kota Iran. Foto: X

Solusiindonesia.com — Situasi geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih. Pada Sabtu (28/2/2026), pemerintah Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Langkah drastis ini diambil sebagai respons langsung atas agresi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah kedaulatan Iran.

Brigadir Jenderal IRGC, Ibrahim Jabari, mengonfirmasi bahwa penutupan jalur maritim paling strategis di dunia ini dilakukan menyusul serangan udara yang menghantam beberapa target di Teheran dan kota-kota lainnya.

Dampak Penutupan Selat Hormuz Terhadap Ekonomi Dunia
Penutupan Selat Hormuz diprediksi akan memicu guncangan hebat pada pasar energi global. Sebagai jalur urat nadi, selat ini memegang peranan kritis dalam distribusi minyak dan gas bumi. Berikut adalah beberapa fakta vital mengenai signifikansi selat ini:

  • Volume Perdagangan Raksasa: Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), sekitar 20 juta barel minyak per hari mengalir melalui jalur ini. Angka tersebut setara dengan lebih dari 20% total konsumsi minyak harian penduduk bumi.
  • Ketergantungan Negara Asia: Negara-negara industri besar di Asia seperti Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan adalah konsumen utama yang sangat bergantung pada pasokan energi dari jalur ini.
  • Monopoli Gas Alam (LNG): Selain minyak mentah, hampir seluruh ekspor gas alam cair (LNG) dari Qatar—salah satu produsen terbesar dunia—harus melewati titik sempit ini untuk sampai ke pasar internasional.

Mengapa Selat Hormuz Begitu Strategis?
Secara geografis, Selat Hormuz adalah penghubung utama antara Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Terletak di antara Iran dan Oman, selat ini memiliki karakteristik fisik yang membuatnya sangat rentan secara militer:

  • Dimensi Sempit: Memiliki lebar hanya sekitar 50 kilometer, ruang gerak kapal tanker sangat terbatas.
  • Perairan Dangkal: Dengan kedalaman tidak lebih dari 60 meter, jalur ini mudah untuk diblokade atau diawasi secara ketat oleh kekuatan militer regional.
  • Gugusan Pulau Strategis: Iran memiliki kendali atas beberapa pulau kecil seperti Hormuz, Qeshm, dan Larak yang berfungsi sebagai pos pertahanan taktis.

Eskalasi Konflik dan Respons Iran
Serangan gabungan AS dan Israel dilaporkan telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuh korban sipil di Iran. Sebagai aksi balasan, Iran tidak hanya menutup akses laut tetapi juga meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta menargetkan aset militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Pemerintah Iran juga telah menginstruksikan penutupan sekolah-sekolah dan pengalihan sistem belajar ke daring (online) demi keamanan warga di tengah ancaman serangan susulan.

Penutupan Selat Hormuz bukan sekadar masalah konflik regional, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi dunia. Jika blokade ini berlangsung dalam waktu lama, lonjakan harga BBM dan krisis energi global sulit untuk dihindari.